Showing posts with label LAIN-LAIN. Show all posts
Showing posts with label LAIN-LAIN. Show all posts

Berita Heboh - Ahok Masuk 3 Besar Dalam Elektabilitas Calon Presiden....!!! MANA LIKE DAN JEMPOLNYA WAHAI AHOKERS...!!!!

 Baru-baru ini Survey Barometer Indonesia membandingkan sejumlah tokoh untuk maju dalam Pilpres 2019,hasilnya Nama Jokowi Widodo , Prabowo Subianto dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berada diurutan teratas,dalam surveinya Indo Barometer tercatat bahwa Jokowi memiliki 31,3% diurutan teratas kemudian disusul oleh Prabowo dengan 9,8% diurutan ke dua lalu diurutan ke tiga adalah nama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dengan angka 8,3%

Setelah adanya simulasi dengan tokoh-tokoh yang ada sebanyak 18 nama Nama Joko Widodo tetap mendapatkan urutan teratas dengan angka yang lebih tinggi yakni 45,6% kemudian disusul oleh prabowo Subianto dengan angka 9,8% dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dengan angka 8,7% adapun Survei Indo Barometer ini berlangsung di 34 provinsi yang dilakukan pada tanggal 4 Maret 2017 hingga 14 Maret 2017.Memang diakui oleh masyarakat Indonesia banyak yang puas dengan kinerjanya dari joko Widodo mampu menaikan elektabilitas selain jujur,sederhana,merakyat dan anti korupsi,ia juga pintar dalam mengatur strategi dalam meningkatkan perekonomian Indonesia.

baca juga:
Khabar Gembira Bagi Pendukung Ahok Dan Jokowi!!! Usai Sidang Ke-15 Sah Ahok Bebas Dari Semua Tuduhan, Dan Dipastikan Menjabat Gubernur DKI Jakarta Periode 2017-2022,.Dan Jokowi Resmi Dinobatkan Sebagai Presiden Fenominal Dan Paling Sabar Dan Dicintai Seluruh Rakyat Indonesia Sepanjang Sejarah
Jadi tidak mengherankan Jika Nama Joko Widodo masih menduduki peringkat teratas dalam survei Indo Barometer itu,Sedangkan Nama Prabowo Subianto memang diketahui merupakan Capres dalam Pilpres 2014 lalu jadi tidak heran ia masih mendapatkan dukungan dari masyarakat Indonesia walau dengan angka yang sangat jauh dibandingkan dengan Jokowi,Namun Cukup mengejutkan dengan adanya nama baru didalam survei Indo Barometer yakni Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) walaupun Nama Ahok dalam Dunia politik,namanya yang sudah tidak asing lagi sejak ia menjadi Gubernur sampai saat ini dan menjadi Gubernur terbaik Indonesia saat ini jadi tidak heran bahwa namanya bisa disebut-sebut sebagai salah satu orang yang pantas menjadi Capres 2019.Bandar Poker

Nama Ahok melejit pesat saat ia menggantikan Posisi Joko Widodo sebagai Gubernur DKI,Sewaktu menjabat Jadi Gubernur Ahok bekerja keras dalam memenuhi tugas dan tanggung jawabnya,ia menciptakan berbagai program untuk kemajuan DKI Jakarta.Hasilnya Warga DKI Jakarta merasa puas dengan Kinerja dan berbagai program yang diciptakan oleh Ahok sebagai Gubernur DKI,berbagai permasalahan pun diselesaikan oleh Ahok hingga akhirnya nama Ahok pun melejit sampai saat ini,jadi tidak heran juga nama Ahok disebut-sebut mampu maju sebagai Capres ditahun 2019.Namun tampaknya Ahok tidak akan maju sebagai Capres pada tahun 2019 karena masih ada Joko Widodo yang akan maju dalam Pilpres 2019 tapi tidak menutup kemungkinan bahwa Ahok akan mendampingi Joko Widodo dalam Pilpres 2019 menjadi Cawapresnya.

Sumber:http://beritaheboh8899.blogspot.co.id/
Demikian semoga bermanfaat terima kasih.

Khabar Gembira Bagi Pendukung Ahok Dan Jokowi!!! Usai Sidang Ke-15 Sah Ahok Bebas Dari Semua Tuduhan, Dan Dipastikan Menjabat Gubernur DKI Jakarta Periode 2017-2022,.Dan Jokowi Resmi Dinobatkan Sebagai Presiden Fenominal Dan Paling Sabar Dan Dicintai Seluruh Rakyat Indonesia Sepanjang Sejarah

Pada kasus Ahok itu, sebetulnya Jokowi sedang dijebak. Jika Jokowi membela Ahok, berarti Jokowi sedang membela penista agama. Hal yang sama berlaku bagi kepolisian. Polisi pilih kasih, polisi membela Ahok, si penista Agama. Jika demikan, maka gemuruh demo pun semakin berlaksa. Jumlahnya bisa mencapai  77 juta karena bertebaran di seantero nusantara, dari Aceh hingga ke Papua. Ini bisa menjatuhkan Jokowi.

Sebaliknya jika Jokowi membiarkan Ahok tersangka, terdakwa, terpidana dan masuk penjara, maka tamatlah riwayat duet maut Jokowi-Ahok. Ahok pun tersingkir dari pertarungan Pilkada DKI dan menyisakan Anies vs Agus yang berduel. Masing-masing merasa di atas angin. Agus mudah mengalahkan Anies dan Anies berpandangan mudah mengalahkan Agus. Sasaran selanjutnya Pilpres 2019.

baca juga:
JUBIR KPK"Febri Diansyah" = Status Anies Hari Ini Resmi Tersangka, Pencalonan Anies-Sandiaga Terhenti Disini..Selamat pak ahok musuhmu sayapnya sudah patah,pak ahok melaju tiada henti,mari rekan-rekan ahok kita berdoa semoga perjalanan pak ahok jadi pemimpin lagi berjalan mulus dan tulus ammiinnn!!!!
Namun grand design Jokowi selangkah di luar prediksi lawannya. Jokowi paham jebakan kuda itu. Dua-duanya ia kerjai dengan cekikikan. Tidak masalah Ahok tersangka, namun ia tidak boleh dipenjara. Titik. Ahok boleh terdakwa, namun ia harus aktif kembali menjadi gubernur DKI Jakarta setelah kampanye.

Pun  tidak masalah Ahok bertarung pada dua putaran. Karena hal itu sesuai dengan prediksi. Itu target grand design yang tidak sulit dicapai di tengah sidang yang masih memberatkan Ahok. Namun agar Ahok masuk pada putarn kedua, salah satu saingan harus disingkirkan. Pilhan paling empuk adalah Agus karena elektabilitasnya tertinggi dari berbagai survei. Untuk sementara Anies diabaikan. Caranya, isu korupsi pasangan Agus, Silvi, ditumis, digoreng hingga dibakar.

Hasil dari grand design pun seperti yang terjadi. Agus tersingkir, Ahok masuk putaran kedua dan tinggal berduel dengan Anies. Nah, sekarang mudahlah bagi The master of designer menyerang Anies. Segala panah, meriam dan rudal pun akan diarahkan kepada Anies. Isu korupsi dan kasus hukum pun mulai ditembakkan. Isu korupsi jelas sepadan dengan isu penistaan agama Ahok. Jadi seimbang, sepadan dan fair. Mantap sama-sama punya kasus hukum.

Jika hari ini Sandiaga dipanggil untuk diperiksa Bareskrim Polri, itu adalah tahap awal penumisan kasusnya. Minggu depan Sandi kembali dipanggil karena kasusnya masuk pada tahap penggorengan. Akhir bulan, mungkin kasus Anies mulai masuk pada tahap penumisan. Setelah ditumis, lalu digoreng, dibakar hingga gosong atau hasilnya tetap murni. Sebagai perbandingan kasus Ahok sekarang masuk pada tahap dibakar. Terlihat Ahok tidak gosong karena dibakar. Ahok terlihat tetap murni, tahan api karena esensinya mutiara.

Insting Jokowi dan Lawan yang Tak

Berkutik

Insting Jokowi sangat tajam. Ia paham kasus Ahok bisa menguap-melamban seiring dengan waktu. Kendatipun Ahok tersangka, Ahok pasti kembali bangkit karena  uluran tangan Jokowi akan ikut menarik tangan Ahok dari dasar jurang. Masih ingatkah kemesraan Jokowi-Ahok di proyek Semanggi? Lalu Jokowi menyaksikan Ahok salaman dengan Raja Salman? Itu adalah tarikan tangan Jokowi kepada Ahok.

Untuk membuktikan insting Jokowi itu, uji coba (try out) pun tiga kali dilakukan. Hasilnya sesuai dengan grand design. Pertama, desakan agar Ahok dipenjara tak digubris. Hasilnya, lawan pun menyerah. Suara sumbang agar Ahok dipenjara kini sudah menguap dibawa angin.

Kedua, Jokowi ditekan untuk memberhentikan Ahok dari jabatan gubernur. Jokowi tak menggubris tuntutan itu dan malah mengetest situasi. Ia menunggu apakah ada demo bergelombang dengan jumlah 7 jutaan? Ternyata tidak ada. Tinggal demo-demo seupil yang tak berarti. Jokowi pun tetap pada pendiriannya, Ahok tetap aktif menjadi gubernur.

Ketiga, Ahok diprediksi tersingkir pada putaran pertama Pilkada sesuai dengan pembangunan opini ala Denny JA. Namun yang terjadi justru Ahok yang keluar sebagai pemenang suara tertinggi. Kendatipun Ahok tersangka, ia tidak akan babak belur. Karena ia benar, maka ia akan kembali di atas angin. Begitulah insting Jokowi pada bulan November lalu.

Kini ujian terakhir adalah pertarungan pada 19 April mendatang. Jika mengamati situasi terkini, maka terlihat sidang Ahok ke-15 itu sudah menguntungkanAhok. Situasi yang tepat yang sesuai dengan grand design. Semakin lama sidang Ahok, ia  semakin di atas angin. Grafiknya naik.  Ia yang dari zero kini berangsur-angsur menjadi hero.

Pada sidang ke-15 Ahok hari ini, Selasa, 21 Maret 2019, Ahok dinyatakan oleh para saksi  ahli bahwa Ahok tidak bersalah. Ahok tidak menghina Al-Quran. Kata ‘pakai’ sangat berpengaruh. Dengan kata itu, Ahok sama sekali tidak mengatakan bahwa Surat Al-Maidah bohong, namun setiap orang bisa menggunakan Surat Al-Maidah itu untuk membohongi orang lain.

Tidak ada unsur penghinaan dan penistaan agama yang dilakukan Ahok berkaitan dengan ucapan ‘dibohongi pakai Surat Al-Maidah itu. Ahok menyinggung ayat itu karena berdasarkan pengalamannya yang digencet dan dijegal pada masa lalu.

Insting Jokowi kemudian bermain di sini dengan kalkulasi jitu. Jika Ahok dinyatakan bebas, masihkah ada demo 7 jutaan? Melihat hasil test tiga kali yang sudah berlalu, maka bisa disimpulkan bahwa jika Ahok bebas, demo pun sudah tidak ada lagi. Kalau ada, tinggal tamasya Al-Maidah berskala kecil yang bersifat menghibur.

Jika demikian, maka benarlah apa yang dikatakan hakim. Mari kita percepat sidang-sidang ini, tidak perlu lagi dilama-lamakan. Buang-buang waktu, tenaga dan hanya menggangu orang di jalan saja.  Kesimpulan kasus itu pun sudah ditangan. Ahok korban nafsu begundal politik. Nah, jika begitu ending-nya, sudah pasti lawan-lawan Ahok tidak mampu berbuat banyak, alias tidak berkutik. Begitulah kura-kura.
Demikian semoga bermanfaat,terima kasih.
Sumber:http://redaksi-pest.blogspot.com/

JUBIR KPK"Febri Diansyah" = Status Anies Hari Ini Resmi Tersangka, Pencalonan Anies-Sandiaga Terhenti Disini..Selamat pak ahok musuhmu sayapnya sudah patah,pak ahok melaju tiada henti,mari rekan-rekan ahok kita berdoa semoga perjalanan pak ahok jadi pemimpin lagi berjalan mulus dan tulus ammiinnn!!!!

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polda Metro Jaya dinilai sangat lambat mengusut kasus pidana yang melibatkan pasangan calon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno (Anies – Sandi).

“Sejak kasus Sandiaga dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Ketua Direksi Ortus Holdings, Edward S Soeryadjaya, atas tuduhan tindak pidana penggelapan yang disampaikan pada Rabu, 8 Maret 2017 lalu, hingga sekarang belum ada tanda-tanda Sandiga untuk diperiksa polisi,” ujar Ketua LSM Kobar, Eddy Pasaribu, Sabtu (18/3/2017).

baca juga:
WOOW Menggemparkan...!!!! Mobil Dinas Rusak, Jokowi memilih untuk Naik Ojek Menuju Istana Bogor,Inilah sosok pemimpin yang bersahaja biasa-biasa saja,tapi berwibawa,Mana like da jempolnya rekan-rekan sekalian...!!!!
Kata Eddy, Polda Metro Jaya sangat lambat mengusut kasus Sandiaga, demikian juga KPK sangat lambat melakukan pemeriksaan terhadap Anies terkait dugaan korupsi sebesar Rp 146 miliar atas penggunaan dana di pameran Frankfurt Book Fair 2015, saat menjabat sebagai Mendikbud.

“Anies dan Sandi sama-sama sudah dilaporkan ke penegak hukum dengan kasus pidana yang berbeda. Anies dilaporkan ke KPK dan Sandiaga dilaporkan ke Polda Metro Jaya. Tapi sayangnya keduanya belum dilakukan pemeriksaan,” ujar Eddy.

Diberitakan sebelumnya, Andar M. Situmorang selaku Direktur Eksekutif GACD (Government Against Corruption and Discrimination) sudah melaporkan Anies ke KPK untuk mengusut tindak pidana atas dugaan kerugian negara.

“Mantan Mendikbud itu sudah saya laporkan terkait dugaan korupsi pameran buku di Jerman mulai 14-18 Oktober 2015 dengan biaya Rp 146 miliar. Kita minta agar KPK segera mengungkap kasus itu hingga terang benderang,” ujar Andar.

Sedangkan untuk kasus Sandiaga, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono sudah mengakui tidak ada sangkut pautnya dengan pilkada DKI Jakarta. Hanya saja kasus dugaan penggelapan itu kini masih dalam proses penyelidikan.

Kasus itu (Sandiaga) ya enggak adalah kaitannya dengan Pilkada. Dalam penyelidikan. Kalau itu dinaikan penyidikan, ya pasti akan dimintai keterangan dari Sandiaga,” ujar Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (17/3/2017). (Hermanto/Edward)

Andar M. Situmorang, Ketua LSM GACD (Government Against Corruption and Discrimination) resmi melaporkan calon Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan kepada Komisi Pembarantasan Korupsi (KPK) pada hari Kamis (9/3/2017) kemarin.

Informasi Harian Warta Nasional menyebutkan Anies Rasyid Baswedan yang merupakan pasangan Sandiaga Uno dugaan melakukan penyimpangan penggunaan dana di pameran Frankfurt Book Fair 2015 senilai Rp 146 miliar saat menjabat sebagai Mendikbud.

“Mantan Mendikbud Anies Baswedan sudah kita laporkan terkait dugaan korupsi pameran buku di Jerman mulai 14-18 Oktober 2015 dengan biaya Rp 146 miliar,” ujar Andar Situmorang, Jumat (10/3/2017).

Menurut Andar, dengan disusupi pameran buku Amba dan Pulang sangat merugikan seluruh rakyat dan bangsa Indonesia. Kita minta KPK untuk mengusut kasus itu, ujarnya.

Sedangkan pihak KPK melalui Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah membenarkan laporan dari Andar Situmorang. “Nanti akan kita lihat apakah ada indikasi korupsi atau tidak,” ujar Febri Diansyah. (Hermanto)

Aparat penegak hukum Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dinilai sangat lambat melakukan pemeriksaan terhadap calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno. Padahal, pasangan dari Anies Baswedan ini terbelit dua kasus hukum pidana yang sudah dilaporkan ke Polri.

Yang pertama adalah kasus dugaan penggelapan dengan melibatkan pengusaha Edward S Soerydjaya.

“Kami sudah melaporkan kasus penggelapan yang dilakukan Sandiaga Uno ke Polisi atas sebidang tanah di Jalan Raya Curug, Tangerang Selatan (Tangsel), Banten tahun 2012 silam,” ujar kuasa hukum Edward S Soerydjaya, Fransiska Kumalawati Susilo, Selasa (14/3/2017).

Kata Fransiska, kasus ini terkait dengan PT Japirex yang dipimpin oleh Sandiaga ingin menjual tanah seluas kira-kira 6.000 meter persegi di jalan Curug Raya KM 3.5, Tangsel.

Yang kedua, Sandiaga Uno batal diperiksa Polsek Tanah Abang terkait kasus pencemaran nama baik yang melibatkan seorang perempuan bernama Dini Indrawati Septiani pada 2013.

Sementara Sandiaga Uno menegaskan siap menghadapi proses hukum atas penggelapan tanah yang menyeret namanya.

“Saya juga mengapresiasi kinerja Polda Metro Jaya dengan cepatnya langsung menindaklanjuti laporan yang masuk baru minggu lalu dan ini kita pastikan bahwa there is no body above the las,” ujar Sandi. (Wilson)
sumber:http://www.suarajakarta.ml/
Demikian semoga bermanfaat,terima kasih.
 Woww...!!! heboh banget,Saat Djarot Dibilang Kafir, Djarot: Setahu Saya, Kafir Itu “Kangen Farida”

Woww...!!! heboh banget,Saat Djarot Dibilang Kafir, Djarot: Setahu Saya, Kafir Itu “Kangen Farida”

 Pada saat menghadiri acara ‘Ngaliwet Bersama Dulure Djarot’, Djarot Saiful Hidayat yang merupakan Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta telah mengaku kalau dirinya bersama pasangan cagubnya Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok beserta tim pemenangannya kalau mereka sudah terbiasa dihadang oleh massa yg kontra atau Djarot dibilang kafir.

Ia pun mengaku kalau ia tak pernah mengeluhkan apa yg telah mereka alami selama ini. “Kita ini mah sudah sering diganggu-ganggu jadi sudah terbiasa, tidak pernah ngeluh, saat kami dihadang-hadang juga kami tidak pernah mengeluh,” ucap Djarot, saat berada di Jalan Pahlawan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Selasa (21/3/2017).

Alam dan Entertainment News, Berita Dunia Terbaru, Berita hari ini, Berita Indonesia Terbaru, Berita Terkini, berita terupdate, Foto, Indoharian, kesehatan, Politik, Terupdate serta Analisis dari INDOHARIAN.com, Ulasan Teknologi, Video
baca juga:
Mantap...!! Ada Kata ‘Pakai’ saat Pidato, Ahok Dianggap Tak Lakukan Penistaan Agama,Setujukah...!!
Djarot yang dulunya adalah mantan Wali Kota Blitar itu pun mengimbau supaya relawan pendukungnya agar tetap sabar dan tdk mudah terpancing oleh perkataan dan tindakan massa yg berseberangan dgn pasangan calon dengan nomor urut dua.

Selanjutnya ia pun mengaku tak marah sama sekali saat disebut ‘kafir’ oleh pihak yg tdk menyukai dan tidak mendukungnya. Sebab menurutnya, ‘kafir’ itu adalah singkatan dari ‘Kangen Farida’.

Saat Djarot dibilang kafir Djarot pun langsung tertawa dan melemparkan lelucon saat ia mengatakan arti dari kafir, maksud dari Kangen Farida itu adalah bahwa  dirinya kangen dengan istrinya yg bernama Happy Farida.

“Saya minta sabar, saya dibilang kafir aja masih alhamdulillah, kafir itu kan ‘Kangen Farida’ (maksudnya), itu kan istri saya Happy Farida,” ujar Djarot.

Politisi PDI Perjuangan itu pun meminta relawan pendukungnya utk menghargai perbedaan, dan membantu menjaga berlangsungnya acara jika pihak lainnya melakukan kegiatan.

“Saya harap kalau ada pihak-pihak (melakukan kegiatan), maka harus dijaga dan tak boleh diganggu,” ucap Djarot.

Djarot pun menegaskan supaya relawan pendukung pasangan calon dengan nomor urut dua ini tidak melakukan hal yang berbaur negatif kepada pihak yg berseberangan dengannya.

Saat Djarot dibilang kafir, Ia sendiri pun tak mau ‘membalas’ oknum-oknum yg selama ini berusaha utk menghadangnya. “misalkan kalau pasangan sebelah mau melakukan gelar apapun, maka silahkan saja, jangan diganggu,” ucap Djarot.

Sumber : http://indoharian.com/
Demikian semoga bermanfaat,terima kasih.

Mantap...!! Ada Kata ‘Pakai’ saat Pidato, Ahok Dianggap Tak Lakukan Penistaan Agama,Setujukah...!!!

 Guru besar linguistik Universitas Indonesia Rahayu Surtiati menjadi saksi ahli yang diperiksa dalam sidang ke 15 kasus penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Di persidangan, Rahaya menyebut  pidato yang disampaikan Ahok di Kepulauan Seribu pada 27 September, tak menunjukkan jika Ahok menyebut Al Quran adalah sumber kebohongan.

baca juga:
Habib Sting : Ahok Akan Menjadi Pemimpin Negeri Ini dan bakal menang,tanpa ada hambatan,meski banyak orang yang tidak suka,menghasut dan memfitnah,itu hanya sekedar penyedap agar pak ahok tabah dan kuata dalam mengahadapi ujian,setujukah rekan-rekan sekalian...!!!!
“Karena Al Quran tidak bisa bohong. Tapi orang bisa menggunakan apapun (termasuk Al Quran) untuk berbohong,” ujar Rahayu di Auditorium Kementerian Pertanian, Selasa (21/3/2017).

Dari pidato Ahok, ia mengkaji jika tujuan Ahok mengungkapkan itu lantaran ada pihak-pihak yang menggunakan Surat Al Maidah ayat 51 untuk membohongi warga.

Hal itu terlihat dari adanya kata ‘pakai’ yang dilontarkan Gubernur DKI Jakarta nonaktif tersebut.

“Karena ada kata ‘pakai’ dijadikan alat untuk membohongi. Seandainya pembicara menggunakan kata ‘merujuk’ berarti Al Maidah yang menjadi sumber. Tapi dia tak menggunakan kata tersebut,” ungkapnya.


Diketahui, kata ‘pakai’ menjadi perdebatan dalam pidato Ahok di Kepulauan Seribu. Mengingat dalam transkrip yang diupload Buni Yani dalam akun facebooknya tak menuliskan kata ‘pakai’, sementara Ahok ngotot tak melakukan penistaan agama lantaran ia menyebut kata ‘pakai’. (KS)
Sumber:http://www.panturapos.com/
Demikian semoga bermanafaat,terima kasih.

Djarot : Orang Mati Tidak Bisa Mandi Sendiri Itu Kewajiban Yang Hidup,kok urusan pilkada dibawa bawa....!!! payah

Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua Djarot Saiful Hidayat melakukan blusukan ke kawasan Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Saat tiba menggunakan baju koko berwarna biru muda, dia langsung mendapatkan sambutan dari ibu - ibu setempat.

Djarot mengatakan, pada kesempatan itu dirinya menemui salah seorang warga yang siap untuk memandikan jenazah sesama muslim. Dia mengungkapkan, warga tersebut bernama Ibu Siduk yang turut melakukan penjemputan saat dirinya tiba di lokasi.

baca juga:
Habib Sting : Ahok Akan Menjadi Pemimpin Negeri Ini dan bakal menang,tanpa ada hambatan,meski banyak orang yang tidak suka,menghasut dan memfitnah,itu hanya sekedar penyedap agar pak ahok tabah dan kuata dalam mengahadapi ujian,setujukah rekan-rekan sekalian...!!!!
" Saya ingin sampaikan kepada ibu - ibu tadi saya disambut oleh Ibu Siduk, ini memandikan jenazah siapa pun dia, asalkan sesama muslim dengan ikhlas dimandikan beliau, " katanya di lokasi, Jakarta Selatan, Senin 20 Maret 2017.

Mantan Wali Kota Blitar ini mengungkapkan, dalam urusan agama sebaiknya tidak lagi melihat sisi politik personalnya. Karena dalam ajaran Islam sendiri, memandikan jenazah hukumnya adalah fardhu kifayah.

" Enggak lihat ini pendukung ini pendukung ini. Karena orang mati enggak bisa mandi sendiri itu kewajiban yang hidup, itu fardhu kifayah, " tutupnya.

Pernyataan ini terkait dengan maraknya spanduk provokatif yang menyerukan untuk tidak memandikan orang yang mendukung pemimpin kafir. Spanduk tersebut dipasang di depan masjid dan juga beberapa ruas jalan.
Demikian semoga bermanfaat,terima kasih.
Sumber:http://infoberitapolitik.blogspot.co.id/