Showing posts with label POLITICS. Show all posts
Showing posts with label POLITICS. Show all posts

Kepo!!! Partai PAN Akan Segera Umumkan Sikap Resmi Koalisi Pilgub DKI, Untuk Dukung Anies Dan Sandi

Partai Amanat Nasional (PAN) segera mengumumkan secara resmi sikap koalisi di putaran kedua Pilgub DKI. PAN sendiri secara tersirat sudah makin jelas mendukung pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

"Insya Allah dalam waktu dekat, kalau nggak Sabtu, Minggu, atau Rabu depan akan diputuskan keputusan secara resmi PAN mendukung kesiapan di putaran kedua, tapi sekarang kecenderungan itu ke Anies-Sandi," ujar Ketua DPP PAN Yandri Susanto di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (22/2/2017).

PAN memahami ajakan PDIP soal koalisi untuk mendukung Ahok-Djarot di putaran kedua nanti. Tetapi, PAN menegaskan partainya cenderung tidak mendukung karena faktor Ahok, bukan pada Djarot.


"PDIP serius ajak kami, tapi sudah disampaikan kita dengan PDIP tidak ada masalah, dengan Djarot kita sangat hormat. Dari awal Mei sampai Juni 2016 lalu sebelum pilkada kita sudah bolak-balik menemui ketum PDIP bahwa kita siap berkoalisi tapi bukan mendukung Ahok," ungkap Yandri.

PAN menegaskan memiliki hak kolektif-kolegial untuk tidak bersama-sama dengan PDIP di putaran kedua Pilgub DKI nanti. Yandri berharap PDIP memaklumi putusan PAN.

"Kami sampaikan alasan bukan tidak mau koalisi dengan partai koalisi pemerintahan, tapi kami punya mekanisme kolektif-kolegial. Hampir semua pengurus dan simpatisan PAN tidak ingin Ahok, oleh karena itu saya yakini PDIP memahami itu bahwa kami tidak bersama-sama di putaran dua," pungkas Yandri.

Sumber : detik.com

Kepo - Kepo!!! Cagub Anies Baswedan Menemui Kiai Nu, Untuk Membahas Strategi Masa Depan

Cagub DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan pagi tadi bertemu dengan kiai Nahdlatul Ulama se-DKI Jakarta di kediamannya di Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Dalam silaturahmi tersebut, Anies membahas soal langkah memperbaiki Jakarta ke depan.

Anies menerima kiai NU dari berbagai wilayah di DKI tersebut di kediamannya, Jalan Lebak Bulus II, Cilandak Jakarta Selatan, Jumat (24/2/2017). Salah satu langkah Jakarta ke depan adalah memastikan keadilan ada di seluruh aspek Ibu Kota.

"Jadi pagi ini alhamdulillah kita silahturahmi dengan para kiai di berbagai wilayah Jakarta, Pusat, Selatan, Barat, Timur, Utara. Silahturahmi ini kita membicarakan Jakarta, bagaimana langkah-langkah ke depan. Kita memastikan bahwa di Jakarta kembali hadir keadilan dalam semua aspek," ujar Anies kepada wartawan.


Dalam pertemuan tersebut, Anies juga sempat berbicara tentang Pilgub DKI di putaran kedua. "Bagaimana kita bisa mengatur strategi dengan baik, rencana, dan lain-lain, diskusinya masih seputar itu," sebut Anies.

Sementara itu, Ketua NU Jakarta Utara KH Ali Mahfudz, yang juga hadir dalam pertemuan tersebut, mengaku hendak mengetahui program yang diusung Anies-Sandi. Dia berharap Anies-Sandi bisa membawa umat Islam yang ada di Ibu Kota ke jalan yang benar.

"Ini hanya silaturahmi dengan Pak Anies. Kami kiai-kiai NU di DKI, ada dari Jakarta Pusat, Utara, Barat, Timur, Selatan ini pingin tahu sebenarnya Pak Anies itu programnya apa. Ternyata luar biasa programnya. Harapan kami para kiai NU, Pak Anies bisa membawa umat Islam ke arah yang benar," kata KH Ali Mahfudz.

"Karena selama ini banyak orang Islam yang di tingkat akar rumput itu tidak dimanusiakan, penggusuran di mana-mana. Nah, ini yang kami harapkan memang, ketika Pak Anies diamanahi jadi gubernur, bisa menerima amanah dari umat Islam, khususnya di akar rumput," sambungnya.

Sumber : detik.com

Kepo - Kepo!!! Hasil Akhir Dari Rekapitulasi KPU Jakarta Pusat, Ahok Djarot Berhasil Kalahkan Anies dan Agus

KPU Kota Jakarta Pusat Kota telah merampungkan pleno rekapitulasi perolehan suara Pilgub DKI 2017. Pasangan nomor urut 2 Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Syaiful Hidayat unggul di wilayah ini.

"Rakapitulasinya sudah selesai tadi malam. Sekitar pukul 19.00 WIB lah saya tanda tangannya, itu di Hotel Luminor," ujar Ketua KPU Kota Jakarta Pusat Arif Bawono di kantor KPU Kota Jakarta Pusat, Jalan Taman Penjambon, Senen, Jakarta Pusat, Jumat (24/2/2017).

Berdasarkan pleno KPU Kota Jakarta Pusat, pasangan Ahok-Djarot memperoleh 244.727 suara. Mereka unggul atas pasangan nomor urut 3 Anies Baswedan-Sandiaga Uno dengan perolehan suara 222.814 dan pasangan nomor urut 1 Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni dengan 101.744 suara.

KPU Kota Kota Jakarta Pusat juga mencatat total surat suara sah dan tidak sah adalah 576.805 suara. Sebanyak 569.285 suara dinyatakan sah dan 7.520 suara dinyatakan tidak sah. Tingkat partisipasi warga di Jakarta Pusat 74-75 persen.


Mengenai hasil real count di situs KPU, Arif menyebut tidak ada perbedaan hasil. Dia mengatakan hasil rekapitulasi hitung riil itu sama persis dengan hasil rekapitulasi yang telah dilakukan oleh KPU DKI Jakarta.

"Nggak ada perbedaan. Hasilnya pas sama dengan hasil situngnya KPU," katanya.

Hasil rekapitulasi di tingkat kota oleh KPU Kota Jakarta Pusat ini akan dilanjutkan dengan proses rekapitulasi di tingkat provinsi yang akan berlangsung pada hari Minggu (26/2) nanti. Arif menyebut hasil rekapitulasi hiitung riil KPU Kota Jakarta Pusat juga sudah diserahkan ke tingkat provinsi.

"Kita sudah kasih ke provinsi ya, kemarin juga langsung (diserahkan). Selesai masuk dalam kotak, segel kotak terus berangkat ke provinsi," jelasnya.

Sumber : detik.com

Kepo - Kepo!!! Tim Sukses Ahok Menilai Adanya Intervensi di TPS 23 Daerah Jatinegara Kaum

Proses rekapitulasi KPU Kota Jakarta Timur masih berlangsung. Tim pemenangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat mengatakan ada beberapa pelanggaran saat pencoblosan di Jatinegara Kaum, Pulo Gadung, Jakarta Timur.

Perwakilan Ahok-Djarot yang juga Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPC PDIP Jakarta Timur Eko Witjaksono menyebut di wilayah Jatinegara ada beberapa kejanggalan. Dari surat suara ibu yang digunakan oleh anaknya di TPS 23 hingga dugaan intervensi yang dilakukan beberapa orang untuk tidak memilih Ahok.

"Salah satunya ada surat suara ibu digunakan oleh anaknya TPS 23. Ini masih banyak kejadian janggal di Jatinegara Kaum, ada juga persolan di C2. Di TPS 23 Jatinegara Kaum terjadi intervensi yang luar biasa, salah satu tokoh Ketua RW 5 mengintervensi TPS yang ada. Bentuknya caranya saya tidak tahu secara rinci, hanya cerita di antara saksi itu. Yang jelas ini mengganggu suasana demokrasi kita," papar Eko di Hotel Maxone, Rawamangun, Pulo Gadung, Kota Jakarta Timur, Jumat (24/2/2017).

Eko menambahkan bentuk intervensi itu agar suara paslon nomor urut 2 tidak besar. Hal itu kata, Eko, juga terjadi di tiga TPS yang tidak menuliskan formulir C2.

"Di TPS 23, wilayahnya RW 5 Jatinegara Kaum. Jadi tercatat di sini ada suatu intervensi yang luar biasa dari tokoh masyarakat. Ini sampai TPS 28, memang TPS 24-28 tidak menulis C2, mungkin pengaruh suasana tekanan saat itu," sambung Eko.

Perwakilan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Jatinegara Hairi mengatakan tidak ada formulir C2 yang dilampirkan. Menurut Hairi semua saksi sudah tanda tangan dan memang tidak menyertakan formulir C2.

"Saya minta izin pada saksi C2 tidak muncul di PPK. Semua saksi di PPK Pulo Gadung ini semua tanda tangan, para saksi tidak mengatakan ada C2 atau tidak. Jadi pada saat rekap sebaiknya para saksi ada catatan, tapi memang tidak pernah dikatakan," terang Hairi.

Sementara itu Panitia Pengawas KPU DKI Sahroji juga menanyakan soal keberadaan formulir C2 pada Hairi. Sahroji menyebut jika memang ada dugaan pelanggaran dia menunggu laporan tersebut.

"Harusnya dibuka. Sertifikat, C2, C3 soal disabilitas, itu ada tidak. Itu mungkin yang tidak dilakukan. Tadi katanya ada intervensi dari RW, kalau memang itu sebagai pelanggaraan, saya tunggu laporannya," tegas Sahroji.

Menanggapi hal itu Eko memastikan pihaknya bakal melaporkan dugaan intervensi itu ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI.

"Kami akan melaporkan intervensi tersebut langsung ke Bawaslu DKI Jakarta," tutupnya.

Sumber : detik.com

Update Kepo Hari Ini!!! Jakarta Banjir lagi, Ahok Meminta Maaf Khususnya Kepada Para Ibu-Ibu Rumah Tangga

Gubernur DKI NonAktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok meminta maaf kepada rakyat Ibu Kota karena tidak bisa bekerja secara penuh pada saat banjir mulai melanda Jakarta hari ini. Ahok, yang baru selesai menghadiri persidangan atas kasus penistaan agama, secara khusus meminta maaf kepada para ibu rumah tangga.

"Apalagi terhadap ibu-ibu rumah tangga, saya sampaikan permohonan maaf karena ada bayi, anak-anak, ada lansia. Saya sudah minta supaya yang masih bayi, kalau berada di tempat pengungsian, harus di sediakan air panas. Supaya mudah ketika akan membuat susu. Juga diaper dan segala macam." kata Ahok seusai persidangan di gedung Kementrian Pertanian, JL RM Harsono, Jakarta Selatan, Selasa (21/2/2017) malam. 

Ahok mengatakan tak ada niat sedikit pun untuk melakukan penistaan agama. Hanya, proses hukum yang sudah berjalan, dan dia harus menghadiri persidangan.


Petugas mengevakuasi warga dari banjir, Selasa (21/2). (Agung pambudhy/detikcom)

"Saya sekali lagi mohon maaf kepada ibu-ibu semua. Khususnya terhadap ibu-ibu rumah tangga. Karena saya mengalami persidangan seperti ini. Walaupun saya tidak ada niatan mau menodai agama, tapi ini sudah terjadi. Makanya saya sampaikan permohonan maaf ini." jelasnya.

Sidang ke-11 Ahok berlangsung dari pagi sampai waktu hampir menjelang malam dengan menghadirkan tiga orang ahli. Sidang dimulai pukul 10.00 sampai berakhir 22.30 WIB.

Sidang rencana akan digelar lagi pada pekan depan dengan masih mendengarkan keterangan dari para saksi yang diajukan oleh jaksa. Jaksa diberi dua kali kesempatan lagi untuk menghadirkan saksi.