Showing posts with label peristiwa. Show all posts
Showing posts with label peristiwa. Show all posts

Kakek 80 Tahun Ini Bebas Usai Ditahan Karena Asusila Sejenis di Masjidil Haram

Mbah Sarman dipenjara 10 bulan di Mekkah
Mbah Sarman dipenjara karena tudingan asusila sejenis. (Foto: Dok KJRI Jeddah)
 Jamaah umrah asal Jawa Tengah bernama Mbah Sarman atau Sarman Parto Pai bernafas lega usai dipulangkan ke tanah air oleh Konsulat Jenderal RI (KJRI) di Jeddah, Arab Saudi. Kakek 80 tahun ini, sebelumnya, dipenjara oleh polisi setempat karena dituding melakukan tindak asusila sesama jenis oleh seorang pria asal Yaman. Ia pun sempat terancam 80 kali hukuman cambuk.

"Mendekam di Penjara Mekkah selama sepuluh bulan. Dia dituduh melakukan hubungan sesama jenis di pelataran basement toilet Masjidil Haram. Setelah melalui proses hukum yang cukup panjang dan keterangan saksi-saksi, Bapak Sarman divonis hukuman enam bulan kurungan dan 80 kali cambukan," jelas Pelaksana Fungsi Penerangan, Sosial dan Budaya KJRI Jeddah Umar Badarsyah dalam rilisnya, Senin (27/3/2017), seperti diberitakan Detikcom.

Umar mengatakan pihaknya terus mendampingi Mbah Sarman, yang tersandung kasus hukum, dengan melakukan negosiasi-negosiasi kepada aparat setempat. Negosiasi itu antara lain meminta Mbah Sarman dibebaskan dari hukuman cambuk, mengingat usia senjanya, dan meminta Mbah Sarman di keluarkan dari jeruji besi.

"Atas upaya Tim KJRI Jeddah dengan pihak mahkamah dan penjara (Arab Saudi, red), serta mengingat usia yang sepuh, Bapak Sarman dapat dibebaskan dari hukuman cambukan. Yang bersangkutan juga dikeluarkan dari Penjara Mekkah dengan jaminan KJRI dan diperkenankan untuk tinggal di shelter KJRI alih-alih seolah penjara," terang Umar.

Mbah Sarman harus menelan pil pahit tersebut sejak akhir Oktober 2016, selama menanti hasil negosiasi berlangsung antara KJRI dengan aparat berwenang. Konjen RI di Jeddah M Hery Saripudin mengaku 90 persen kasus yang menimpa WNI di sana, berhubungan dengan asusila.


"Kasus asusila meliputi hampir 90% kasus WNI yang ditahan di Penjara Mekkah dan Jeddah," ujar M Hery.

Lalu benarkan Mbah Sarman melakukan asusila sesama jenis?

Pelaksana Fungsi Konsuler III KJRI Jeddah, Rahmat Aming Lasim, menceritakan awal peristiwa yang membuat Mbah Sarman ditangkap oleh otoritas hukum setempat. Waktu itu, Rahmat berkisah, Sarman mengalami kehausan setelah buang hajat di sebuah toilet di basement Masjidil Haram. Dia kemudian dibantu atau diberi minum air zam-zam oleh orang Yaman.

"Namun entah bagaimana, Pak Sarman terlihat seperti sedang memegang kemaluan warga Yaman ini oleh seorang saksi yang belakangan diketahui intel polisi," kata Aming, Minggu (26/3), seperti diberitakan Kumparan.com.

Aming menyebut kejadian itu sangat mengagetkan Sarman. Karena pertemuan Sarman dengan warga Yaman malah diartikan lain. "Dia tidak pernah bertemu dengan pria Yaman sebelumnya," terang Aming.

Kemudian, Aming menambahkan, intel polisi tersebut melaporkan hasil penglihatannya kepada pihak berwajib. Sayangnya, Sarman tidak bisa membela diri saat tudingan itu mengarah kepadanya. "Dia enggak bisa bahasa Arab." jelas dia.

Cerita Awal Mula Pramuka di Tangerang Makan di Atas Tanah

Kegiatan pramuka makan di atas tanah
Kegiatan pramuka makan di atas tanah. (Twitter @adhydault)
Kejadian anggota Pramuka makan di atas tanah yang viral di media sosial diketahui terjadi di Tangerang. Begini awal mula kejadian tersebut. Wajid Nuad, Humas dari Kwarda Banten menjelaskan, kejadian itu terjadi saat kegiatan pengkaderan dan pelantikan anggota Baru Saka Wira Kartika di Kronjo pada tanggal 17-19 Maret 2017 lalu.

Saat ada jeda makan siang, para anggota Pramuka diminta untuk makan siang bersama di luar tenda. Namun ternyata ada sejumlah anggota yang diam-diam makan di dalam tenda.

"Makanan di tenda belum selesai itu akhirnya dikumpulin sama panitia Kakak pembina. Digelar di lapangan itu," kata Wajid Nuad, Minggu (26/3/2017), seperti diberitakan Detikcom.

Wajid mengatakan sanksi itu dilakukan sebagai bentuk hukuman yang diberikan kepada peserta yang tidak kompak karena pelanggaran disiplin jam Ishoma yang tidak sesuai jadwal. Makanan yang disajikan di lapangan hanya sebagian kecil dan tidak dimakan kecuali yang sudah disiapkan di tenda.

"Menurut teman-teman (Kwarcab) di Tangerang itu nggak dimakan. Itu semacam dikasih sanksi waktu makan di waktu Ishoma itu," kata Wajid.


Meski itu merupakan sanksi, Wajid tetap tidak membenarkannya. Menurut Wajid, Kwarda Banten sendiri tidak membenarkan dengan adanya sanksi makan di atas tanah.

Kwarda Banten meminta kepada Kwarcab Tangerang agar melakukan pembinaan lebih lanjut kepada pembina pelaksana kegiatan.

"Melalui Kwarcab Tangerang, agar yang melakukan itu semacam dievalusi dalam pembinaan selanjutnya agar mengikuti pembinaan lanjutan," tutur Wajid.

Foto mengenai kejadian ini lantas viral di media sosial. Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Ahdyaksa Dault mengecam keras kejadian tersebut. Menurutnya, kejadian itu tidak mencerminkan aktivitas dan nilai-nilai Pramuka.


Pembina Pramuka Kwaran Kronjo Minta Maaf

Pembina Pramuka Kwaran Kronjo, Kabupaten Tangerang, minta maaf atas foto anak-anak Pramuka yang makan di atas tanah tanpa alas. Pembina yang bernama Sulaiman itu berjanji tidak akan mengulangi hal tersebut lagi.

Permintaan itu disampaikan Sulaiman lewat video yang dikirim dari Ketua Kwarnas Pramuka Adhyaksa Dault, Minggu (26/3/2017). Sulaiman yang merupakan Pamong Saka Wirakartika Kwartir Kecamatan Kronjo, saat kejadian bertindak sebagai kakak pembina.

"Menyampaikan permohonan maaf kepada Kak Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dan seluruh anggota Pramuka atas kegiatan yang dilaksanakan pada kegiatan proses pembinaan anggota Saka Wira Kartika tanggal 17-19 Maret 2017," ujar Sulaiman, dalam videonya.

Permintaan maaf ini disampaikan Sulaiman didampingi Masduki sebagai ketua Kwarda Provinsi Banten, Dadang Sudrajat dari Sekretaris Kwarcab Kabupaten Tangerang dan Ketua Kwarran Kecamatan Kronjo.

Berikut permintaan maaf Sulaiman selengkapnya:

Assalamualaikum WR WB, saya Sulaiman sebagai pamong saka wira kartika kwartir ranting Kecamatan kronjo, kwartir cabang Kabupaten Tangerang, Banten menyampaikan permohonan maaf kepada kak kwartir nasional gerakan Pramuka dan seluruh anggota Pramuka atas kegiatan yang dilaksanakan pada kegiatan proses pembinaan anggota saka wira kartika tanggal 17-19 maret 2017. Kami tidak akan mengulanginya kembali, terima kasih, salam Pramuka.

Dipecat MUI, Ishomuddin: Saya Ikhlas Demi Menegakkan Keadilan

Ahmad Ishomuddin dihina karena jadi saksi Ahok
Ahmad Ishomuddin dihina karena jadi saksi Ahok. (Facebook/ahmad.ishomuddin)
Walaupun belum menerima secara resmi surat pemberhentian dari posisi sebagai Wakil Ketua Fatwa MUI, Ahmad Ishomuddin secara pribadi tidak mempermasalahkannya. Dia malah ikhlas melepaskan jabatannya tersebut demi menegakkan keadilan.

"Jabatan tersebut tidak saya minta dan jika lepas dari saya juga saya ikhlas demi menegakkan keadilan," ujar Ishomuddin yang disambut tepuk tangan hadirin dalam acara 'Sekolah Kepemimpinan Gus Dur' di Graha Gus Dur, Kantor DPP PKB, Jl Raden Saleh I No. 9 Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (26/03/2017), seperti dilaporkan Detikcom.

Dia juga menegaskan pentingnya saling membantu dengan seluruh elemen masyarakat, tanpa memandang perbedaan agama untuk kemajuan bangsa. Ishomuddin mengibaratkannya sebagai dua tangan yang saling membantu.

"Nonmuslim itu bukan musuh orang Islam. Mereka saudara sebangsa setanah air. Nonmuslim adalah warga yang harus diajak bekerja sama untuk kemaslahatan bersama. Islam maslahat, yang lain juga maslahat. Semua adalah keluarga yang harus hidup berbahagia di dalam negara Indonesia ini," ucapnya.

Diwawancara usai acara, Ishomuddin mengaku belum mengetahui pemberhentiannya secara resmi. Belum ada perwakilan MUI yang memberikan surat kepadanya.

"Saya tidak mengetahui sudah ada pemberhentian kepada saya karena belum ada satu orang pun dari MUI yang menyampaikan surat pemberhentian terhadap saya. Kalaupun diberhentikan saya tidak ada masalah. Kerena jabatan bagi saya bukan segala-galanya. Yang terpenting bagi saya adalah penegakkan keadilan," terang Ishomuddin.


Sebelumnya, Wakil Ketua MUI Zainut Tauhid telah mengonfirmasi soal pemberhentian Ahmad Ishomuddin pada Jumat (24/03/2017). Menurutnya pemberhentian ini bukan semata karena keterlibatan Ishomuddin sebagai saksi ahli dalam sidang penistaan agama dengan tersangka Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

"Tetapi karena ketidakaktifan beliau selama menjabat Wakil Ketua Komisi Fatwa di MUI," terangnya.


Spekulasi Makhluk Kecil di Aceh Mengarah ke Suku Mante

Makhluk kecil di hutan Aceh disebut Suku Mante
Makhluk kecil di hutan Aceh disebut Suku Mante. (Istimewa)
Kini beredar spekulasi soal kemunculan mahkhluk kecil lincah yang muncul di belantara Aceh yang menghebohkan media sosial. Ada dugaan sosok itu merupakan suku kuno dari Aceh, Suku Mante.

Dugaan mengenai hal itu bermunculan di media sosial. Kabid Humas Polda Aceh Kombes Gunawan juga memiliki dugaan awal serupa.

"Saya sudah lihat videonya. Manusia itu ya. Bisa jadi memang itu suku dalam yang masih primitif. Bisa jadi Suku Mante itu," kata Gunawan, Minggu (26/3/2017), seperti diberitakan Detikcom.


Namun itu baru dugaan sangat awal. Gunawan mengatakan, perlu diketahui lokasi persisnya untuk dilakukan penelaahan yang lebih mendalam.


"Menarik ini, apakah ini merupakan yang sudah punah itu, atau apakah memang asli Aceh," ujar Gunawan.

Literasi dan dokumentasi mengenai Suku Mante terbilang tak cukup banyak. Suku ini disebut-sebut dalam legenda rakyat pernah mendiami Aceh.

Peneliti Snouck Hurgronje dalam bukunya 'De Atjehers' menyebutkan suku ini masuk dalam etnis Melayu Proto. Ukuran tubuhnya sama seperti manusia Melayu pada umumnya. Suku ini disebutkan selalu berada di pedalaman hutan.

Kesaksian warga mengenai eksistensi Suku Mante ini kadang salah. Ada yang mengira jejak Suku Mante itu dengan Orang Pendek, spesies misterius yang diyakini ada di belantara bumi Sumatera.

Dari ciri-cirinya, Orang Pendek tersebut mirip dengan apa sosok yang muncul di hutan Aceh. Debbie Martyr, seorang peneliti yang meneliti Orang Pendek selama 15 tahun menjelaskan ciri-ciri Orang Pendek ini memiliki tinggi tak lebih dari 90 Cm. Tubuhnya umumnya berwana-warna abu-abu dengan selimut bulu. Ada pula yang berwana kecokelatan.

Namun sejarawan Aceh, Rusdi Sufi menyebut keberadaan Suku Mante tak ada lagi.

"Suku Mante ini sudah tidak ada lagi. Berdasarkan penuturan lisan di masa lalu, suku Mante ini berukuran kecil," kata Rusdi.

Rusdi mengatakan Suku Mante ada jauh hari sebelum Islam masuk ke Indonesia pada abad 12. Suku ini biasanya berada di hutan belantara.

"Memang biasanya ada di hutan belantara," kata Rusdi.

Seiring dengan perkembangan peradaban, Rusi mengatakan, Suku Mante yang primitif tersebut sudah tidak ada lagi. Sudah ada percampuran dengan para pendatang.

"Ada yang bilang, Mante ini merupakan suku Aceh yang asli. Tapi yang jelas sekarang identitas orang Aceh ini sudah sulit. Sudah bercampur menjadi satu," kata Rusdi.

Heboh!! Pernyataan Habib Sting: Ahok Bakal Menang dan Memimpin Negeri Ini Lagi, Tanpa Ada Hambatan, Meski Banyak Orang Yang Tidak Suka, Menghasut dan Memfitnah, Itu Hanya Sekedar Penyedap Agar Pak Ahok Tabah dan Kuat Dalam Mengahadapi Ujian, Setujukah Kalian!!!

Ahok tidaklah orang yang yakin pada tahayul, mistik, klenik dlsb terlebih di jaman yang serba modern ini. Namun demikian, ada sedikit narasi saat Ahok bertandang ke makam mbah Priok beberapa waktu lalu.

Pihak pakar waris mbah Priok, diwakili oleh habib sting, spesial mengundang Ahok untuk datang ke makam Mbah Priuk untuk menyampaikan suatu hal. Ahokpun juga terasa kalau dianya seperti ada yang mendorong untuk ada memenuhi undangan habib sting itu. Di bawah ini yaitu sekelumit kisahnya


Tepatnya pada pertengahan Januari 2017, Habib Sting mengakui telah menerima pesan ghaib dari Habib Hasan atau Mbah Priok. Jadi diutuslah seorang keyakinan untuk menemui Ahok serta mengundangnya untuk bertemu dengan Habib Sting.

Ada amanah dari Mbah Priok yang butuh di sampaikan pada Ahok, kata sang utusan. Ahok yang tidak terlalu yakin dengan beberapa hal magis menghiraukan pesan itu. Selain itu, dia juga tengah repot berkampanye, hingga tidak ada saat untuk memenuhi undangan itu.

Setelah beberapa kali diyakinkan akhirnya Ahok bersedia penuhi undangan Habib Sting serta berkunjung ke Makam Mbah Priok. Dia datang kesana sendirian pada pagi buta, tanpa ada ditemani ajudan maupun pengawal.

Bahkan Ahok ikhlas bangun jam tiga pagi untuk persiapan keberangkatannya kesana. Menurut pembicaraan Ahok, dia bersedia datang ke sana karena ada dorongan hati yang demikian kuat untuk ke sana.

Akhirnya Ahok juga tiba di kawasan Makam Mbah Priok. Disana dia disambut segera oleh sang pakar waris, Habib Sting. Situasi pertemuan begitu akrab. Waktu Ahok tiba, dia menunggu Habib Sting dan jamaah lakukan sholat subuh berjamaah terlebih dulu. Beberapa jamaah cukup kaget dengan hadirnya Ahok.

Sesudah sholat subuh, Ahok di ajak langsung ke Makam Habib Hasan dengan kata lain Mbah Priok. Ini momen yg unik, karena tak kebanyakan orang dapat masuk ruang dalam Makam. Terlebih Ahok bukanlah muslim.

Membawa segera ke depan makam Habib Hasan begitu tidak sering dikerjakan pada non muslim. Di Makam, Ahok turut duduk berbarengan dengan Habib Sting serta sebagian kyai. Mereka memanjatkan doa-doa dan salam pada Habib Hasan.

Pada momen itulah Habib Sting menyampaikan amanah dari Mbah Priok pada Ahok. Habib Sting mendapatkan titah dari Mbah Priok untuk membela Ahok. “Ahok mesti dibela lantaran Ahoklah orang yang benar, ” demikianlah bunyi “pesan gaib” itu.

Tak ada “amanah” dari Habib Hasan supaya Ahok melindungi Makam Mbah Priok seperti diamanatkan pada Foke pada th. 2005 yang lalu.

Pada saat itu, Sang Habib juga menyampaikan pesan dari Habib Hasan kalau Ahok bakal jadi pemimpin di negeri ini nantinya. Mendengar hal semacam itu, semuanya jamaah terdiam.

Ahok sendiri tidak bereaksi apa pun. Ini mengingat dia memanglah tidak demikian yakin dengan hal-hal gaib. Tetapi dia tetaplah tertarik pada apa yang disampaikan Sang Habib.

Usai berdoa di Makam, Habib Sting mengajaknya berkeliling di sekitaran ruang Makam. Ahok memerhatikan apa saja yang di sampaikan Habib Sting berkaitan semua permasalahan Makam. Dia berjanji demikian usai cuti sebagai gubernur bakal segera mengatur bebrapa permasalahan itu.

Akhirnya kunjungan ke Makam Mbah Priok pada pagi buta itu juga usai. Ahok pulang dengan membawa PR sekaligus amanah berkaitan Makam Mbah Priok.

Diakhir pertemuannya dengan Habib Sting, Ahok dihadiahi sebuah syal yang digunakan Habib Sting. Sambil tertawa, Sang Habib menyampaikan kepada Ahok, “Mulai saat ini, Anda yaitu Habib Ahok.

Kunjungan AHOK ke makam Mbah Priok atas undangan HabibSting yaitu berita yang benar, namun tentang bisikan ghaib dari Mbah Priok pada HabibSting, anda bisa yakin serta bisa saja tak. Namun demikian, lepas dari semua itu, AHOK memanglah layak dipilih menjadi pejabat negara yang membela rakyatnya.

sumber :http://myahok.com/)

SUMBER

Berita Duka!! Tragis Kisah Perempuan Pejuang Kendeng, Suaranya Belum Didengar, Nyawanya Harus Berpulang

Sosok perempuan yang akrab dipanggil Bu Patmi dikabarkan meninggal dunia secara mendadak setelah melakukan aksi #DipasungSemen2.

Dalam siaran pers dari Koalisi untuk Kendeng Lestari, sebelumnya kondisi Bu Patmi dinyatakan sehat dan dalam keadaan baik oleh dokter.


Perempuan berusia 48 tahun ini juga melakukan aksi mengecor kaki dengan kesadaran tanggung jawab penuh.

Suaminya bahkan mengizinkan dirinya melakukan hal tersebut.

Dalam aksi tersebut, Bu Patmi juga datang sekeluarga, dengan kakak dan adiknya.

Petani dari kawasan Pegunungan Kendeng, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, kembali melakukan aksi protes dengan menggelar aksi mencor kaki dengan semen di depan Istana Negara, Jakarta, Kamis (16/3/2017). Pada aksi hari keempat ini, petani yang mengecor kakinya terus bertambah menjadi 41 orang, sebelumnya diketahui berjumlah 20 orang.

Aksi tersebut mereka lakukan sebagai bentuk protes terhadap izin lingkungan baru bagi PT Semen Indonesia yang diteken Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG)

Kronologi Kematian Bu Patmi


Senin (20/3/2017) sore, perwakilan warga diundang Kepala Kantor Staf Presiden, Teten Masduki untuk berdialog di dalam kantor KSP.

Pada intinya, perwakilan menyatakan menolak skema penyelesaian konflik yang hendak digantungkan pada penerbitan hasil laporan KLHS.

Menurut mereka hasil laporan tersebut tertutup bakan sama sekali tidak menyertakan warga yang bersepakat menolak pendirian pabrik semen PT Semen Indonesia dan Pabrik Semen lainnya di Pegunungan Kendeng tersebut.

Akhirnya, pada malam harinya mereka memutuskan untuk meneruskan aksi tetapi dengan mengubah cara.

Sebagian besar warga akan pulang ke kampung halaman, sementara aksi akan terus dilakukan oleh 9 orang.

Bu Patmi menjadi satu yang akan pulang sehingga cor kakinya dibuka semalam, dan persiapan untuk pulang di pagi hari.

Kurang lebih pukul 02.30 WIB Selasa (21/3/2017) dini hari, setalah mandi, Bu Patmi mengeluh badannya tidak nyaman, lalu mengalami kejang-kejang dan muntah.

Dokter yang senang mendampingi dan bertugas segera membawa Bu Patmi ke RS St Carolus Salemba.

Menjelang sampai di RS, dokter mendapatkan Bu Patmi meninggal dunia.

Pihak RS St Carolus menyatakan bahwa bu Patmi meninggal mendadak pada sekitar Pukul 02.55 WIB dengan dugaan jantung.

Jenasah Bu Patmi pun pagi harinya dipulangkan ke desa Larangan, Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati untuk dimakamkan di desanya.

Baca: Ini Reaksi Sandiaga Uno saat Dinasihati Lansia Warga Keturunan Tionghoa

Alasan Lakukan Aksi #DipasungSemen2

Sejak Senin (13/3/2017), warga pedesaan di kawasan bentang alam karst Kendeng memulai aksi kolektif untuk memprotes pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Hal itu untuk menanggapi penolakan warga kawasan Kendeng terhadap rencana pendirian dan pengoperasian pabrik Semen milik PT Semen Indonesia di Rembang dan semen lainnya di pegunungan Kendeng.

Termasuk dalam ketidakbecusan tersebut antara lain adalah pengambilan keputusan dan tindakan yang mempermainkan hukum.

Termasuk mengecilkan putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia yang membatalkan Ijin Lingkungan dan mengganggu usaha warga untuk mendapatkan keadilan atau membiarkan berlangsungnya gangguan dari pihak lain.

Sejak awal, seluruh peserta aksi #DipasungSemen2 didampingi dan dimonitor selalu oleh tim Dokter yang siaga di YLBHI dan di lokasi aksi.

Aksi protes berlangsung setiap hari, dimulai dari siang sampai sore, dengan fasilitas sanitasi lapangan dan peneduh.

Pada sore hari peserta aksi pulang ke tempat beristirahat dan menginap di YLBHI jalan Diponegoro Jakarta.

Kamis (16/3/2017) datang menyusul kurang lebih 55 warga dari kabupaten Pati dan Rembang bergabung melakukan aksi pengecoran kaki dengan semen.

Dua Puluh dari yang datang memulai mengecor kaki di hari Kamis tersebut, termasuk Bu Patmi.

Kekecewaan warga pada pemerintah

Kejadian ini mendapat sorotan keras dari seluruh warga Indonesia.

Bahkan dalam rilis yang beredar, atas nama segenap warga Republik Indonesia menyatakan ikut menolak pendirian pabrik semen di Pegunungan Kendeng berduka atas kematian bu Patmi dalam aksi protes penolakan di seberang Istana Presiden ini.

Sekali lagi mereka menegaskan kekecewaan yang mendalam terhadap tumpulnya kepekaan politik para pengurus negara.

Termasuk pengingkaran tanggungjawab untuk menjamin keselamatan warga-negara dan keutuhan fungsi-fungsi ekologis dari bentang alam pulau Jawa, khususnya kawasan bentang alam karst Kendeng.

Menurut mereka kejadian Bu Patmi sungguh ironis, bahwa di satu pihak pemerintah Republik Indonesia menggembar-gemborkan itikad dan tindakan untuk ikut menjadi resolusi sejati dari krisis perubahan iklim dan hilangnya keragaman hayati, menegakkan hukum dan melakukan pembangunan dari pinggiran.

Kematian Bu Patmi menjadi saksi bagi seluruh dunia, bahwa warga masyarakat Indonesia masih harus menyatakan sikapnya sendiri karena tidak adanya pembelaan sama-sekali dari pengurus kantor-kantor pemerintah yang seharusnya mengurus nasib warga negara.

BERITA HEBOH!!! Panwaslu Jakarta Barat Bubarkan Pengobatan Gratis Anies - Sandiaga


Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Jakarta Barat membubarkan kegiatan bakti sosial Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno atau pasangan calon Anies-Sandiaga. Sebab, kegiatan bakti sosial tersebut diadakan tanpa pemberitahuan.

Ketua Panwaslu Jakarta Barat, Puadi membenarkan pembubaran aksi bakti sosial yang diadakan tim paslon Anies-Sandiaga di Kedaung Kaliangke, Cengkareng, Jakarta Barat pada Minggu (19/3/2017) pagi tadi.

Dia menyebut kegiatan bakti sosial tersebut tak diberitahukan kepada pihak Panwaslu. Sehingga, pihaknya langsung membubarkan bakti sosial berupa pengobatan gratis tersebut.

"Kita lakukan sesuai aturan, kalau gak ada laporan kegiatan kampanye, maupun blusukan, maka harus dibubarkan," ujar Puadi kepada Liputan6.com di Jakarta, Minggu (19/3/2017).

Menurut dia, selain tidak ada pemberitahuan, kegiatan paslon Anies-Sandiaga tersebut memasang umbul-umbul yang dilarang dalam aturan kampanye Pilkada DKI putaran dua.

"Di putaran kedua ini, enggak boleh ada alat peraga kampanye, karena lebih ke penajaman visi, bahkan di posko pemenangan pun enggak boleh dipasang umbul-umbul dan alat peraga kampanye lainnya, apalagi kalau kegiatan kampanye terselubung," tambah dia.

Sebelumnya, tim paslon Anies-Sandiaga mengadakan bakti sosial berupa pengobatan gratis di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat. Aksi bakti sosial tersebut dibubarkan oleh Panwaslu Jakarta Barat.(sbr)

Anies Baswedan Lolos dari Maut, Polisi Ungkap Keanehan Lift Blok M Square yang Jatuh


Calon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan lolos dari maut saat lift jatuh di Blok M Square usai shalat Jumat, 17 Maret 2017, sekitar pukul 13.00 WIB.

Anies berada di lokasi itu untuk mengikuti sholat Jumat di masjid di lantai 7, awalnya hendak turun pakai lift tapi berubah pakai eskalator.

Anies mengatakan, selesai salat Jumat di Masjid Nurul Iman yang berada di lantai 7 mal tersebut, dirinya sempat melayani sejumlah masyarakat yang ingin berfoto. Setelah itu Anies diarahkan menuju kantor takmir (pengurus Masjid Nurul Iman).

"Saya memang diarahkan ke lift, tapi waktu itu penuh. Kemudian kita memilih turun lewat eskalator. Saya dan beberapa orang takmir kemudian turun melalui eskalator. Eskalator itu lebih panjang karena dari lantai 7, mutar terus ke bawah," kata Anies, Jumat (17/3/2017), seperti dikutip okezone.

Lift yang tidak jadi dinaiki Anies ini kemudian jatuh. "Nah jadi rupanya lift yang tadi orang pada ngantre itu, yang kita enggak masuk jatuh. Saya tahu dari teman-teman wartawan. Pas sampai di bawah diberitahu ternyata lift itu yang jatuh," tuturnya.

Sebanyak 25 pengunjung dilaporkan terluka dalam peristiwa tersebut.

Polisi Ungkap Keanehan Lift Blok M Square yang Jatuh

Anjloknya lift Blok M Square ini diduga karena kelebihan kapasitas. Namun penyidik Polri tidak percaya begitu saja. Petugas pun berencana melakukan olah TKP ulang untuk memastikan kondisi mesin lift tersebut.

Kasat Reskrim Polres Jaksel AKBP Budi Hermanto mengatakan keterangan dari saksi memang karena kelebihan kapasitas. Lift, kata dia, hanya mampu menahan beban 1.600 kilogram atau sebanyak 24 orang dengan berat tubuh antara 68-70 kilogram.

Akan tetapi, lift tersebut diduga overload dengan memasukkan orang lebih dari 24. Sehingga tidak mampu menahan berat dan jatuh dari lantai tiga hingga basement.

Namun, ada yang aneh pada lift tersebut. Kendati mengeluarkan bunyi peringatan dan pintu lift tidak dapat menutup sempurna, namun mengapa tetap bisa digunakan untuk mengantar pengunjung ke lantai bawah mall.

"Ada suara alarm, ada peringatan pintu tidak tertutup secara utuh, kalau enggak ke tutup kenapa tetap meluncur ke bawah ke lantai tiga baru jatuh ambruk ke lantai basement?" tanya Hermanto di Blok M Square, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (17/3).

Oleh sebab itu, Hermanto menyatakan, penyidik akan melakukan pengecekan ulang pada mesin lift. Mereka ingin mengetahui lebih rinci alasan lift tetap bisa jalan meskipun lift dalam kondisi berlebihan muatan.  "Olah TKP nanti akan kita lakukan lagi buat mesin, kawat dan lain-lainnya," terang dia.

Sebanyak 24 korban dibawa ke rumah sakit pusat Pertamina. Sebanyak 18 orang masih dalam perawatan. Dari 18 orang itu, enam di antaranya mengalami luka berat seperti patah tulang kaki. Sisanya luka ringan seperti luka pada persendian otot, siku, dan lutut.

Link: http://www.republika.co.id/berita/nasional/jabodetabek-nasional/17/03/17/omys29377-polisi-ungkap-keanehan-lift-blok-m-square-yang-jatuh

***

Kejadian Anies lolos dari maut seperti ini seperti berulang. Anies diselamatkan dari musibah, kecelakaan mobil, tekanan politik, tuduhan korupsi, laporan kasus ke polisi dan segala macam fitnah.

Mari berucap syukur atas lolosnya Anies Baswedan dari musibah namun juga sekaligus mendoakan para korban segera pulih seperti sedia kala. Dan ayo terus berdoa, "Bismillaahi tawakkaltu ‘ala Allah wa la ḥaula wa la quwwata illa billahil-’aliyyil-’adzim".

Pak Ahok Akan Segera Bangun Sebuah Masjid Dan RPTRA Dimakam Mbah Priok, Begini Denahnya


Setelah ditetapkan sebagai Cagar Budaya, Komplek Makam Mbah Priok, Al-Habib Hasan Alaydrus di Koja, Tj Priok akan segera dibangun masjid, RPTRA dan bangunan-bangunan pendukung lainnya.

Terlihat dari denah yang kami terima, Komplek Makam Mbah Priok akan menjadi pusat wisata religi sekaligus ruang publik terpadu yang ramah anak. Di kompleks makam dibangun masjid dengan konsep apung

Selain itu akan juga dibangun RPTRA dengan fasilitasnya, seperti taman hijau dan bermain, lapangan futsal dan Taman Pendidikan Al-Quran (TPA). Komplek ini juga akan tersedia koperasi dan toko-toko sebagai kegiatan ekonomi dalam bentuk UKM.

Dalam komplek makam juga akan merenovasi gedung-gedung penunjang yang sudah ada seperti kantor, gudang, dapur umum, dapur kebuli dan kandang. Pengurus Makam dan murid-murid Mbah Priok memang memelihara kerbau, sapi, kambing dan ayam kampung yang menjadi kebutuhan kalau ada acara selamatan.


Fasilitas baru disediakan seperti kompleks pemakaman untuk pengurus makam Mbah Priok yang nantinya akan menjadi Yayasan Pengurus Cagar Budaya Makam Mbah Priok.


Pada Sabtu 4 Maret 2017, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menetapkan makam Mbah Priok sebagai salah satu cagar budaya.

Ahok langsung diiring masuk ke lokasi makam Mbah Priok. Di sana dia juga sempat membaca doa diiringi musik rebana. Usai berdoa, Ahok berkeliling bersama para pengurus masjid ke lingkungan makam.

“Saya merasa senang dan terhormat (berada di sini),” kata Ahok dalam sambutannya di salah satu ruang majelis kompleks makam Mbah Priok.

“Saya tahu ada sempat ada masalah tanah di Pemprov soal makam Mbah Priok ini, tapi bersyukur semua sekarang sudah selesai dan kawasan ini dilindungi undang-undang,” kata Ahok sambil disahuti teriakan ‘Merdeka’ dari para jemaah.

Peresmian Cagar budaya ini juga ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan Gubernur dari Ahok kepada salah satu keturunan Hasan bin Muhammad Al Hadad –nama asli Mbah Priok– yaitu Abdullah Sting Alaydrus.

“Saya mewakili Habib Hasan mengucapkan terimakasih kepada Pak Ahok. Saya juga doakan agar terus menjadi Gubernur yang baik,” kata Habib Sting.

Acara peresmian itu ikut dihadiri ratusan jemaah yang juga tengah berziarah dan diakhiri dengan makan bersama.(sbr)

BERITA MENGEJUTKAN!!! Pesan Terakhir KH. Hasym Muzadi Untuk Nusron Tentang Pilgub DKI Putaran Ke-2

Mantan Ketua GP Ansor, yang kini menjadi Ketua Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu Partai Golkar, Nusron Wahid mengaku wejangan terakhir almarhum KH Hasyim Muzadi kepada dirinya berkaitan dengan Pilkada DKI Jakarta 2017.


Pesan Hasyim itu disampaikan kepada Nusron pada dua bulan lalu saat Kepala BNP2TKI tersebut membesuk almarhum.

"Saya tidak boleh terlalu keras kepada yang berbeda pilihan. Kata beliau (Hasyim), yang tidak memilih Ahok (Basuki Tjahaja Purnama) juga sahabat. Hargai saja," kata Nusron di Ponpes Al-Hikam, Kota Depok, Jawa Barat pada Kamis (16/3/2017).

Nusron mengaku belajar banyak terhadap Hasyim, terutama sekali mengenai sikap keterbukaan almarhum terhadap semua kalangan dan perbedaan pendapat. Menurut Nusron, dirinya juga sempat empat kali berseberangan dengan Hasyim, tapi hubungan keduanya tetap akrab.

Perbedaan pendapat tersebut, kata Nusron, adalah seputar sikap politik keduanya sebagai sesama warga Nahdlatul Ulama. "Sepanjang pengabdian saya di NU sampai hari ini dengan beliau, saya pernah empat kali berbeda pendapat dengan beliau (Hasyim)."

Pertama, menurut dia, adalah sewaktu Hasyim hendak menyalonkan diri sebagai Wakil Presiden mendampingi Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarno Putri di Pilpres 2004. Saat itu, Nusron, yang masih menjadi ketua Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), tidak setuju dengan keputusan politik Hasyim tersebut.

"Kami tidak setuju. Waktu itu kami berdebat panjang dengan beliau. Beliau ngotot dan kami menyarankan supaya Pak Kiai jangan masuk ke wilayah itu," kata Nusron.

Selanjutnya, perbedaan pendapat kembali terjadi antara almarhum dengan Nusron saat Hasyim hendak mencalonkan diri lagi sebagai ketua PBNU di Muktamar Solo di 2004. Sekali lagi, Nusron dan anak muda NU lainnya tidak setuju dengan keputusan itu.

Sementara, dua perbedaan lainnya antara Nusron dan Hasyim adalah ketika almarhum berniat menjadi Rais Am PBNU di dua muktamar NU, Makassar dan Jombang. Di kedua muktamar tersebut, Nusron mendukung kiai NU lainnya sebagai Rais Am PBNU.

Kendati sering berbeda pendapat, Nusron mengaku mendapat banyak pelajaran dari almarhum. Menurut Nusron, Hasyim adalah sosok yang sangat terbuka terhadap perbedaan.

"Biasanya kalau di NU ini ada kiai berbeda pendapat dengan anak muda seperti saya ini dianggap su'ul adab (tidak sopan). Tapi saya punya catatan empat kali berbeda pendapat dengan beliau, beliau sangat terbuka dan demokratis," kata Nusron.

Bahkan, menurut Nusron, almarhum selalu menerima kunjungannya untuk menghadap, baik sebagai santri maupun sebagai politisi, sekalipun pernah berbeda pendapat beberapa kali.

"Setiap kali setelah saya berbeda pendapat dengan beliau lalu menghadap, biasa saja. Ketawa-ketawa bersama. Kemudian berjuang bersama lagi," ujar Nusron.

Nusron juga menilai Hasyim merupakan pejuang NU dan Islam yang sistematis. Karena itu almarhum, di masa hidupnya, mampu mengintegrasikan faksi-faksi dalam Islam, sekaligus mengintegrasikan antara Islam dan nasionalisme dalam satu bingkai kebangsaan.

"Beliau saya akui adalah pejuang NU dan Islam yang sangat sistematis. Saya banyak belajar kepada beliau. Sangat konsisten. Apa yang beliau ucapkan sama dengan yang beliau lakukan," kata Nusron.

KH Ahmad Hasyim Muzadi lahir di Bangilan, Tuban, Jawa Timur pada 8 Agustus 1944 dan wafat di Malang, Jawa Timur pada Pukul 06.15 WIB, Kamis pagi, 16 Maret 2017. Jenazahnya akan dimakamkan di Pesantren Al Hikam, Kota Depok.

SUMBER