Showing posts with label Berita. Show all posts
Showing posts with label Berita. Show all posts

Anies Baswedan Dilaporkan Ke KPK Atas Dugaan Penyimpangan Dana Frankfrut Book Fair 2015 Sebesar 146 Milyar

Anies Baswedan dilaporkan ke KPK atas dugaan penyimpangan pemakaian dana di pameran Frankfurt Book Fair 2015. Anies diduga menyalahgunakan kewenangannya waktu menjabat sebagai Mendikbud.


Anies juga diduga sengaja menyusupkan pameran buku masalah pemberantasan PKI saat kemendikbud sedang mempromosikan buku Laskar Pelangi.

“Anies secara beberapa suka merekrut budayawan Gunawan Muhammad sebagai Ketua Komite Pelaksana dalam aktivitas itu.

Kemendikbud disuruh untuk mengenalkan budaya Indonesia di kancah internasional yaitu pameran kebudayaan serta buku Laskar Pelangi karya Andrea Hirata tetapi malah disusupi pameran buku Amba serta Pulang yang kita ketahui buku ini tak popular mengulas mengenai pembasmian PKI 1965, ”

Penyusupan buku mengenai PKI itu dinilai sebagai bentuk manipulasi. Terlebih paham PKI telah diberantas di Indonesia.

“Dengan disusupi pameran buku Amba serta Pulang begitu merugikan semua rakyat serta bangsa indonesia bahkan juga menyebabkan kekhawatiran paham komunis ingin kembali dibangkitkan di kancah internasional mengingat di Indonesia memahami PKI telah ditentang serta diberantas, ”

Atas laporan itu, Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah menyampaikan bakal menelusuri untuk menunjukkan sangkaan korupsi yang dikerjakan oleh Anies.

“Yang bisa kita info, memang benar ada pelaporan serta seperti semuanya laporan atau pengaduan yang masuk, bakal kami pelajari. Bakal kita saksikan adakah indikasi korupsi atau tak, ” kata Febri.

Ketua Tim Pemenangan Anies-Sandi, Mardani Ali Sera ikut menanggapi laporan itu. Tim advokasi bakal segera mengatasi soal dugaan korupsi tersebut .

“Sudah diakukan oleh tim advokasi. Kami ada usaha untuk mengatasinya lewat tim advokasi. Silahkan umum melihatnya, ” tutur Mardani.

Beberapa minggu ini memang beradar dugaan penyimpangan penggunaan dana di pameran Frankfurt Book Fair 2015 yang dilakukan Anies Baswedan sepanjang menjabat jadi menteri. Dana yang cukup besar dipakai untuk ikuti acara itu selama 3 hari.


Jika ini terbukti benar tentu akan menjadi batu sandungan yang keras untuk tim pemenangan Anies-Sandi. Sesaat ini KPK masihlah mengolah laporan itu serta bakal menelusuri untuk menunjukkan dugaan korupsi yang dikerjakan oleh Anies.

Kalau KPK berani mengusut ini dengan cepat jadi ini jadi rangkaian prestasi untuk KPK yang sebelumnya sukses membongkar masalah korupsi mega proyek e-KTP.

Lalu jadi pertanyaan, bagaimana bila nyatanya Anies jadi tersangka serta ditahan oleh KPK? Kalau sebelumnya pemilihan tinggal di tangkap.

Namun bagaimana Anies menang serta jadi Gubernur lalu KPK baru dapat mengambil keputusan tersangka kemudian? Mungkin karena masalah saat dsb. Apakah Jakarta bakal kehilangan Gubernurnya serta di pimpin oleh Sandiaga?

Selanjutnya semoga saja GNPF-MUI mau mengawal masalah ini mengingat MUI sudah keluarkan fatwa kalau korupsi itu haram. Tentunya GNPF bakal mengadakan beragam tindakan, berjilid-jilid aksi untuk menuntut pemerintah supaya laporan segera diolah apabila jadi tersangka jadi Anies bisa segera di tangkap.

Tidak sama dengan masalah Ahok, masalah Anies (sekali lagi bila terbukti) jadi dapat segera ditahan walau baru tersangka lantaran temasuk dalam masalah korupsi.

Selain itu ternyata Anies juga menyusupkan buku yang mengulas tentang pembasmian PKI. Masih belum terang ini buku apa tetapi seiring waktu berjalan bakal dapat kita dapatkan deskripsi lebih terang.

Pada tanggal 11-15 Oktober 2015, dibawah kepemimpinan Mendikbud yang waktu itu masih menjabat, Anies Baswedan, Kementrian Pendidikan serta Kebudayaan ikuti pameran akbar Frankfurt Book Fair (FBC) yang menggunakan cost super fantastis sebesar 10 juta Euro, atau apabila diganti ikuti kurs mata duit waktu itu, setara dengan Rp 146 Milyar.

Cost Rp146 miliar itu termasuk sewa pavilion pameran sejumlah Rp 19 Milyar, cost akomodasi 123 delegasi, biaya penerjemahan, pembuatan beragam stand yang mewah serta menawan, dll.

Direktur Center For Biaya Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi pada wartawan di Jakarta, Kamis 5 November 2015 pernah mengeluarkan pernyataan keras tentang hal itu :

“Keterlaluan sekali, ditengah sulitnya ekonomi negara sekarang ini serta banyak sekolah yang ingin ambruk, kok biaya untuk satu pameran dapat sebesar itu.

Waktunya BPK melakukan audit serta KPK menyelidikinya. Dana tersebut lebih layak untuk memperbaiki atau mendirikan sekolah baru di lokasi yang memerlukan.

Referensi>>>Baca Disini

LIPUTAN PETANG!! BERITA MENGEJUTKAN, 1000 KIAI MUDA NU MENYATAKAN BAHWA “ TIDAK SALAH MEMILIH AHOK “, MEREKA MENEGASKAN JANGAN TAKUT UNTUK MEMILIH AHOK SEBAGAI PEMIMPIN KHUSUSNYA BAGI WARGA JAKARTA

SEKITAR 1000 kiai muda Nahdlatul Ulama (NU) melalui komunitas bahtsul masail atau komunitas diskusi keagamaan memutuskan bahwa seorang muslim diperbolehkan memilih pemimpin nonmuslim.


" Terpilihnya nonmuslim didalam kontestasi politik berdasar pada konstitusi yaitu sah bila seorang nonmuslim terpilih sebagai kepala daerah, " kata KH Najib Bukhori waktu menyampaikan hasil bahtsul masail di Kantor Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor, Jakarta, Minggu (12/3).

Dengan demikian, lanjut Najib, keterpilihannya untuk mengemban amanah kenegaraan adalah juga sah serta mengikat, baik secara konstitusi maupun secara agama.

Sejak Sabtu (11/3) kemarin sampai hari ini, kiai muda dari beragam pondok pesantren se-Indonesia itu membahas masalah kepemimpinan didalam komunitas Bahtsul Masail Kiai Muda yang di gelar PP GP Ansor dengan topik 'Kepemimpinan Non-Muslim di Indonesia'.

Mereka berpendapat dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia serta berdasarkan konstitusi negara, tiap-tiap warga negara bisa memilih pemimpin tanpa ada lihat latar belakang agama yang dianutnya.

" Seorang warga negara, dalam ranah pribadi, bisa memilih atau tak pilih nonmuslim sebagai pemimpin resmi pemerintahan, " kata Najib.

Ketua Umum GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas, menyampaikan, hasil bahtsul masail itu bakal disosialisasikan ke daerah-daerah di semua Indonesia. Ia juga mengimbau umat Islam di Indonesia untuk meredakan kemelut pada setiap kontestasi politik karena hal itu bisa berpotensi memecah iris umat Islam, sebagaimana terjadi di Jakarta.

Apalagi, kata Yaqut, kecenderungan intoleransi sesama umat Islam semakin kasat mata serta tergambar dengan adanya spanduk di sejumlah masjid yg tidak terima pengurusan keagamaan jenazah muslim untuk pemilih dan pendukung pemimpin nonmuslim.

" Akibat kontestasi politik di Jakarta yang semakin tak terkontrol dan cenderung ganas, bukan mustahil bisa menyebar di daerah lain, " tuturnya.

Link sumber>>>Disini

Kabar Menghebohkan Tadi Malam...!!! Salut Dengan Apa Yang Dilalkukan Pak Ahok Ini, Dia Rela Mengorbankan Semuanya Demi Untuk Rakyat Jakarta Tidak Banjir Lagi, Ini Pemimpin Yang Patut Di Contoh Sungguh Mulia Engkau Pak Ahok, Kami Bangga Punya Pemimpin Seperti Engkau

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sudah temukan penyebabnya dari tak berfungsinya empat pompa yang ada di aliran tengah Waduk Pluit, Jakarta Utara. Ahok menjelaskan kalau pompa itu mati karena kabel rusak.


“Kabel rusak, saat ini kabel yang mana saya bilang, yang baru ganti? ‘Bukan pak, dari travo ke mesin’, ” ucap Ahok.

Ahok pun meminta agar kabel itu segera ditukar agar pompa dapat selekasnya berfungsi kembali. Ahok mengakui tidak menduga bila ganti kabel itu diperlukan Rp 200 juta lebih sedangkan untuk melakukan pembelian diatas itu mesti melalui proses lelang terlebih dahulu.

“Kabel travo berapa uang? ‘Rp200 jutaan pak’, beli dong, ‘enggak dapat pak, diatas Rp200 juta harus lelang’. Ya telah lah saya katakan, gue yang bayar, ” terang Ahok.
Ahok mencurigai nilai itu sengaja ditinggikan agar bisa mendapatkan untung.

“Jangan-jangan beli di Glodok dibawah Rp200 juta tuh kabel, digedein komponennya, ” ucap Ahok.

Ahok terlihat cukup geram karena petugas yang tidak gesit dalam merampungkan masalah itu. Waduk Pluit memang di ketahui sangat diandalkan untuk bisa mengatur banjir di Jakarta.

Indonesia sekarang ini masih sedang menghadapi La Nina yang menurut Ahok masihlah selalu hujan s/d Februari 2017 mendatang.

“Jadi tidak ada cerita Juni-Juli tidak hujan, selalu hujan loh, makin ke Januari-Februari semakin gede, ” jelas Ahok.
Demikian semoga berguna, terima kasih.
Sumber : beritaindonesi4. com/

Referensi>>> Disini

Berita Hari Ini!!! Heboh, KPK Kembali Panggil Paksa Anies Baswedan Terkait Kasus Suap Proyek VSAT Sebesar 15 Milyar, Dan Terancam Pidana 15 Tahun

Yang jelas Anies Baswedan ini kena karmanya. Setelah acara debat pilkada DKI putaran kedua, Anies Baswedan mencetuskan gerakan memulangkan Ahok ke Belitung agar Jakarta bebas dari kotak-kotak.


Ini maksudnya apa? Mengusir calon Gubernur yang jujur serta berprestasi telah pasti warga DKI Jakarta bakal menolak mentah-mentah. Sebab bila Jakarta dipimpin oleh Gubernur yang bobrok, yang rugi juga yaitu warga Jakarta.

Padahal bila ingin dibandingkan dengan Anies, Ahok lebih dulu injak Jakarta. Mulai sejak SMA Ahok telah di tinggal di Jakarta. KTP-nya KTP Jakarta. Kuliah ngambil S1 di Jakarta, melanjutkan S2 di Jakarta, kerja juga di Jakarta, nikah di Jakarta, anaknya lahir di Jakarta. Jadi bila Anies Baswedan ingin memulangkan Ahok ke Belitung, tunggu Lebaran Kuda saja.

Kasus Anies Terungkap, Sanusi Jilid II, Santun Namun Kolusi

Hari ini Komite Aksi Mahasiswa Untuk Reformasi serta Demokrasi (Kamerad) melakukan demo di depan Gedung KPK mendesak supaya KPK segera mengusut kasus dugaan suap yang melibatkan Anies Baswedan dalam proyek VSAT (Very Small Aperture Terminal) di Kemenkominfo.

Kamerad mengungkapkan fakta serta bukti kalau fee proyek sebesar Rp 5 miliar ditransfer ke rekening adiknya Anies Baswedan yang bernama Abdillah Rasyid Baswedan. Bukti transfernya ada ditangan Kamerad, mau ngeles bagaimana lagi? Tugasnya KPK untuk menyelesaikan borok ini hingga selesai.

KPK yaitu lembaga antirasuah yang professional serta mereka bakal bekerja all-out mengedepankan transparasi dalam mengusut masalah sangkaan korupsi proyek VSAT itu.

Track Record dan Kredibilitas Kamerad Sudah Teruji Organisasi kemahasiswaan ini pernah menyuarakan penegakan hukum berkaitan korupsi pengadaan UPS pada biaya APBD DKI Jakarta th. 2014 waktu lalu, hingga Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri akhirnya membongkar kasus itu serta memenjarakan lima tersangka.

Ke lima tersangka yang sudah diringkus Kabareskrim Polri, yakni Alex Usman, Zaenal Soleman, ‪Muhammad Firmansyah dari Fraksi Partai Demokrat serta Fahmi Zulfikar dari Fraksi Partai Hanura, dan Direktur Utama PT Offistarindo Adhiprima, Harry Lo.

Tidak cuma itu saja, Kamerad juga pernah melakukan demonstrasi besar-besaran di Mabes Polri menekan Bareskrim Polri segera menyelesaikan kasus korupsi pengadaan layanan pembuatan paspor secara elektronik di Kementerian Hukum dan HAM pada bln. Juli 2014 yang melibatkan mantan Wakil Menteri Hukum serta HAM Denny Indrayana.

Maling Ngaku Penjara Penuh

Ungkapan ini ada benarnya. Mana ada seorang yang berbuat jahat ingin mengaku kejahatannya? Contohnya Rizieq Shihab, mana ingin dia ngaku sudah berbuat tidak etis Pancasila? Ia malah ngeles serta berkilah kalau video itu hasil editan. Sudah pasti Penyidik Kepolisian tahu bahwa jurus ngibul-nya Rizieq Shihab itu yaitu bentuk statement yang berlebihan diatas ambang batas kewajaran. Sesudah digempur Polisi, baru dia berkilah minta difasilitasi semua dengan pelapornya. Tuh, kan?

Begitu pula yang terjadi sekarang ini dengan Tim pemenangan Anies Baswedan yang membantah bahwa Anies Baswedan menerima imbalan dari proyek VSAT sejumlah Rp5 miliar waktu masih menjabat sebagai Menteri Pendidikan serta Kebudayaan.

Mereka menuding bahwa kasus ini yaitu bentuk black campaign. Lantas bagaimana dengan bukti transfer itu? Kok disebut black campaign?

Yang jelas, korupsi serta perbuatan permufakatan jahat gratifikasi cuma dapat berlangsung jika seorang ada dalam hubungan kekuasaan yang terbentuk sebagai akibatnya karena persekongkolan elit birokrat serta entrepreneur. Kebaikan dapat dilakukan oleh siapa saja, tetapi untuk mengingkari satu kejahatan yang sudah dlakukan belum tentu semua orang dapat.

Kura-kura begitu.

Sumber : Seword.com

Baca juga disini

BREAKING NEWS! Berita Heboh, Amerika Serikat Bersedia Bayar Semua Hutang Negara Indonesia, Asalkan Ahok Mau Menjadi Walikota New York AS ( Mari Sebarkan Berita Ini )

Saat ini masyarakat indonesia yang tengah gencarnya menolak calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok lantaran berkaitan diduga lakukan penistaan agama.


Terkait hal itu malah negara Amerika meminta Ahok untuk memimpin kota New York City. Hal semacam itu membuktikan kalau kepemimpinan Ahok sampai kini sudah mengharumkan bama baik Putra bangsa ini.

Calon Gubernur Ahok memang sosok pemimpin yang perlu di teladani, karena ketegasan dan ketulusan bekerja membuat dunia mengaku kepemimpinanya. termasuk juga Presiden RI Joko widodo, mereka berdua yaitu sosok pemimpin yang sudah di akui dunia dan di inginkan semua dunia.

Kerja Ahok dan Jokowi nyata tidak hanya omongan saja, hal berikutlah yang telah dilirik oleh negara - negara lain, termasuk juga Amerika yang inginkan Ahok jadi walikota mereka yakni kota New York.

Amerika juga menjanjikan hal yang begitu luar biasa jika Ahok bersedia untuk menjadi walikota New York City. Amerika menjanjikan bakal membayar semua utang Indonesia jika Ahok bersedia untuk menjadi Walikota New York.

Link>>> SUMBER

Alternatif>>> Disini

LIPUTAN PAGI! Jutaan Rakyat Jakarta Menangis Haru Melihat Tindakan Pak Ahok Ini!!! Wahai Para Pembenci Ahok Lihat Apa Yang Dilakukan Pak Ahok?? Masihkah Engkau Memfitnah dan Menghina Ia, Kalian Sungguh Kejam!!!

Publik juga media bertanya-tanya, mengapa Ahok pada putaran ke-2 ini sangat “senyap” kampanyenya? Terlebih, Sandiaga Uno berseloroh ringan tanpa dosa “mungkin ketemuan sama pengusaha”. Ahok tetap diam dalam senyapnya kampanye putaran ke-2 ini. Ia tidak menghiraukan ledekan Sandi yang sebenarnya berbalik ke dirinya.


Apa sih kiat Ahok di putaran kedua ini? Kenapa Ahok begitu senyap dari kabar berita media? Walau sebenarnya, bebrapa waktu kampanye ini, media yaitu semuanya. Media yaitu fasilitas untuk membuat kepercayaan umum. Namun, yang Ahok lakukan malah menunjukkan hal sebaliknya.

Apakah Ahok telah pasrah untuk kalah?

Rudi Valinka alias pemilik akun @kurawa, yang sudah menulis satu buku fenomenal “A Man Called Ahok” memaparkan satu rahasia dari kiat Ahok di putaran ke-2 ini. Kiat rahasia ini memanglah termasuk aneh. Bahkan juga bisa disebut satu anomali selama pesta demokrasi negeri ini. Kenapa?

Strategi atau jurus terakhir yang Ahok mengeluarkan di putaran ke-2 ini adalah saran yang selalu orang tuanya berikan pada Ahok. Serta saran ini termasuk aneh dalam pandangan tradisi politik yang mapan. Sebab, saran yang bapak Ahok berikan, bisa disebutkan mustahil dilakukan oleh Anies-Sandi.

Ahok sejak kecil di ajarkan oleh orang tuanya untuk membiasakan diri mengunjungi orang yang sakit atau orang yang kesulitan. Kata ayahnya, doa mereka mujarab. Hingga, Ahok bisa berdiri sampai saat ini, tetaplah teguh pada keputusannya, makin digoyang makin terkenal, itu semua yaitu tabungan doa yang dahulu ia kumpulkan.

Pada putaran ke-2, berikut yang Ahok gunakan. Jurus terakhir warisan orang tuanya, yaitu mengunjungi warga DKI yang tengah sakit atau kesulitan. Tersebut mengapa kiat ini minim pemberitaan karena memang Ahok inginkan suasana yang lebih tenang tanpa gaduhnya media-media yang meliput.

Ahok keliling ke beberapa rumah warga. Dicarinya orang yang tengah sakit serta kesulitan. Diperlakukan seperti keluarga sendiri. Empatinya telah terbentuk dari dahulu. Ketulusannya tergariskan dari air mukanya. Ia tak dapat sembunyikan perhatiannya yang besar pada warganya.

Ahok mengunjungi ayah ini yang tengah terbaring sakit. Cobalah saksikan gesture Ahok serta ayah ini. Ahok tak dapat sembunyikan rasa simpatinya yang besar. Terlebih mengatakan, “Pak Anies telah menjenguk belum? ” Ketulusan takkan pernah menjatuhkan orang lain. Ketulusan adalah usaha yang menihilkan balasan.

Ahok selalu blusukan masuk gang-gang sempit tanpa ada sorotan kamera wartawan. Ditemuinya beberapa orang tua yang tidak dapat lagi jalan. Memberi mereka kursi roda. Begitu sukanya warga yang sakit itu waktu seseorang pelayan rakyat menyambangi mereka. Mendengar keluh kesah mereka. Memperlakukan mereka dengan kasih yang paling tulus. Serta berupaya meringankan beban sakit mereka.



Ketulusan Ahok ini dikira hina oleh banyak orang yang ngakunya paling beragama. Waktu (Almarhumah) Nenek Hindun memperoleh kursi roda dari Ahok, lalu ia dituduh pendukung penista. Waktu ia wafat, mereka tidak ingin menshalatkannya. Orang-orang ini telah mati akal serta nuraninya. Untuk Pilkada sebentar, bisa-bisanya mereka memutus jalinan yang telah berpuluh-puluh th. tersambung.

Mereka tidak ikhlas orang yang telah sulit dibantu serta memperoleh kebahagiaan di hari-hari akhir hidupnya. Lebih baik orang tersebut menderita yang utama jangan pilih penista. Berikut Pilkada paling menyesatkan dalam sejarah demokrasi negeri kita.

Selain membesuk orang sakit, Ahok juga meluangkan diri lihat segera sebagian rumah warga yang memprihatinkan. Dari sinilah satu narasi unik mengenai masa depan Jakarta yang lebih cerah berawal.

Ahok melihat beberapa warga yang memiliki rumah tidak layak. Atapnya bocor, dindingnya rusak, pokoknya keadaannya begitu memprihatinkan. Dari situlah ia memikirkan untuk menciptakan satu pasukan baru lagi untuk warga DKI Jakarta, yaitu Pasukan Merah.

Ahok berjanji bila ia dipilih lagi. Ia bakal membuat Pasukan Merah ini yang kerjanya melakukan perbaikan beberapa tempat tinggal warga yang telah tak layak.

Dengan inspirasi membuat Pasukan Merah ini, sesungguhnya menepis hingar bingar dari lapak samping yang meneror warga kalau Ahok bakal menggusur ratusan pemukiman. Ahok bukanlah menggusur, namun merelokasi orang-orang yang tinggal di bantaran sungai. Untuk orang-orang yg tidak tinggal di bantaran sungai, Pasukan Merah bakal mengurus rumah mereka.

Dari semua cerita ini, apa yang Ahok bisa? Pasti bukanlah kabar berita media yang dapat menambah elektabilitasnya. Namun, yang Ahok bisa yaitu “DOA”. Doa dari orang-orang yang sakit serta kesusahan. Bukankah doa orang-orang itu makbul?

Apa yang Ahok kerjakan takkan pernah dapat ditiru oleh lawannya. Kenapa? Karena yang Ahok lakukan memang benar-benar tulus. Di mana ketulusan tak dapat dilakukan oleh mereka yang tengah mengeluh permasalahan dana kampanye.

Demikianlah bocoran dari Bang @kurawa. Saat ia bikin kultwit ini, ia juga takut bila Ahok geram membongkar rahasianya ini. Namun, bukankah “nikmat Tuhan” mesti dikabarkan? Sesuai dengan ayat “Wa amma bini’mati rabbika fahaddits”.

SUMBER

Baca Juga>>> Disini