Showing posts with label politik. Show all posts
Showing posts with label politik. Show all posts

Anies Baswedan Dilaporkan Ke KPK Atas Dugaan Penyimpangan Dana Frankfrut Book Fair 2015 Sebesar 146 Milyar

Anies Baswedan dilaporkan ke KPK atas dugaan penyimpangan pemakaian dana di pameran Frankfurt Book Fair 2015. Anies diduga menyalahgunakan kewenangannya waktu menjabat sebagai Mendikbud.


Anies juga diduga sengaja menyusupkan pameran buku masalah pemberantasan PKI saat kemendikbud sedang mempromosikan buku Laskar Pelangi.

“Anies secara beberapa suka merekrut budayawan Gunawan Muhammad sebagai Ketua Komite Pelaksana dalam aktivitas itu.

Kemendikbud disuruh untuk mengenalkan budaya Indonesia di kancah internasional yaitu pameran kebudayaan serta buku Laskar Pelangi karya Andrea Hirata tetapi malah disusupi pameran buku Amba serta Pulang yang kita ketahui buku ini tak popular mengulas mengenai pembasmian PKI 1965, ”

Penyusupan buku mengenai PKI itu dinilai sebagai bentuk manipulasi. Terlebih paham PKI telah diberantas di Indonesia.

“Dengan disusupi pameran buku Amba serta Pulang begitu merugikan semua rakyat serta bangsa indonesia bahkan juga menyebabkan kekhawatiran paham komunis ingin kembali dibangkitkan di kancah internasional mengingat di Indonesia memahami PKI telah ditentang serta diberantas, ”

Atas laporan itu, Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah menyampaikan bakal menelusuri untuk menunjukkan sangkaan korupsi yang dikerjakan oleh Anies.

“Yang bisa kita info, memang benar ada pelaporan serta seperti semuanya laporan atau pengaduan yang masuk, bakal kami pelajari. Bakal kita saksikan adakah indikasi korupsi atau tak, ” kata Febri.

Ketua Tim Pemenangan Anies-Sandi, Mardani Ali Sera ikut menanggapi laporan itu. Tim advokasi bakal segera mengatasi soal dugaan korupsi tersebut .

“Sudah diakukan oleh tim advokasi. Kami ada usaha untuk mengatasinya lewat tim advokasi. Silahkan umum melihatnya, ” tutur Mardani.

Beberapa minggu ini memang beradar dugaan penyimpangan penggunaan dana di pameran Frankfurt Book Fair 2015 yang dilakukan Anies Baswedan sepanjang menjabat jadi menteri. Dana yang cukup besar dipakai untuk ikuti acara itu selama 3 hari.


Jika ini terbukti benar tentu akan menjadi batu sandungan yang keras untuk tim pemenangan Anies-Sandi. Sesaat ini KPK masihlah mengolah laporan itu serta bakal menelusuri untuk menunjukkan dugaan korupsi yang dikerjakan oleh Anies.

Kalau KPK berani mengusut ini dengan cepat jadi ini jadi rangkaian prestasi untuk KPK yang sebelumnya sukses membongkar masalah korupsi mega proyek e-KTP.

Lalu jadi pertanyaan, bagaimana bila nyatanya Anies jadi tersangka serta ditahan oleh KPK? Kalau sebelumnya pemilihan tinggal di tangkap.

Namun bagaimana Anies menang serta jadi Gubernur lalu KPK baru dapat mengambil keputusan tersangka kemudian? Mungkin karena masalah saat dsb. Apakah Jakarta bakal kehilangan Gubernurnya serta di pimpin oleh Sandiaga?

Selanjutnya semoga saja GNPF-MUI mau mengawal masalah ini mengingat MUI sudah keluarkan fatwa kalau korupsi itu haram. Tentunya GNPF bakal mengadakan beragam tindakan, berjilid-jilid aksi untuk menuntut pemerintah supaya laporan segera diolah apabila jadi tersangka jadi Anies bisa segera di tangkap.

Tidak sama dengan masalah Ahok, masalah Anies (sekali lagi bila terbukti) jadi dapat segera ditahan walau baru tersangka lantaran temasuk dalam masalah korupsi.

Selain itu ternyata Anies juga menyusupkan buku yang mengulas tentang pembasmian PKI. Masih belum terang ini buku apa tetapi seiring waktu berjalan bakal dapat kita dapatkan deskripsi lebih terang.

Pada tanggal 11-15 Oktober 2015, dibawah kepemimpinan Mendikbud yang waktu itu masih menjabat, Anies Baswedan, Kementrian Pendidikan serta Kebudayaan ikuti pameran akbar Frankfurt Book Fair (FBC) yang menggunakan cost super fantastis sebesar 10 juta Euro, atau apabila diganti ikuti kurs mata duit waktu itu, setara dengan Rp 146 Milyar.

Cost Rp146 miliar itu termasuk sewa pavilion pameran sejumlah Rp 19 Milyar, cost akomodasi 123 delegasi, biaya penerjemahan, pembuatan beragam stand yang mewah serta menawan, dll.

Direktur Center For Biaya Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi pada wartawan di Jakarta, Kamis 5 November 2015 pernah mengeluarkan pernyataan keras tentang hal itu :

“Keterlaluan sekali, ditengah sulitnya ekonomi negara sekarang ini serta banyak sekolah yang ingin ambruk, kok biaya untuk satu pameran dapat sebesar itu.

Waktunya BPK melakukan audit serta KPK menyelidikinya. Dana tersebut lebih layak untuk memperbaiki atau mendirikan sekolah baru di lokasi yang memerlukan.

Referensi>>>Baca Disini

LIPUTAN PETANG!! BERITA MENGEJUTKAN, 1000 KIAI MUDA NU MENYATAKAN BAHWA “ TIDAK SALAH MEMILIH AHOK “, MEREKA MENEGASKAN JANGAN TAKUT UNTUK MEMILIH AHOK SEBAGAI PEMIMPIN KHUSUSNYA BAGI WARGA JAKARTA

SEKITAR 1000 kiai muda Nahdlatul Ulama (NU) melalui komunitas bahtsul masail atau komunitas diskusi keagamaan memutuskan bahwa seorang muslim diperbolehkan memilih pemimpin nonmuslim.


" Terpilihnya nonmuslim didalam kontestasi politik berdasar pada konstitusi yaitu sah bila seorang nonmuslim terpilih sebagai kepala daerah, " kata KH Najib Bukhori waktu menyampaikan hasil bahtsul masail di Kantor Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor, Jakarta, Minggu (12/3).

Dengan demikian, lanjut Najib, keterpilihannya untuk mengemban amanah kenegaraan adalah juga sah serta mengikat, baik secara konstitusi maupun secara agama.

Sejak Sabtu (11/3) kemarin sampai hari ini, kiai muda dari beragam pondok pesantren se-Indonesia itu membahas masalah kepemimpinan didalam komunitas Bahtsul Masail Kiai Muda yang di gelar PP GP Ansor dengan topik 'Kepemimpinan Non-Muslim di Indonesia'.

Mereka berpendapat dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia serta berdasarkan konstitusi negara, tiap-tiap warga negara bisa memilih pemimpin tanpa ada lihat latar belakang agama yang dianutnya.

" Seorang warga negara, dalam ranah pribadi, bisa memilih atau tak pilih nonmuslim sebagai pemimpin resmi pemerintahan, " kata Najib.

Ketua Umum GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas, menyampaikan, hasil bahtsul masail itu bakal disosialisasikan ke daerah-daerah di semua Indonesia. Ia juga mengimbau umat Islam di Indonesia untuk meredakan kemelut pada setiap kontestasi politik karena hal itu bisa berpotensi memecah iris umat Islam, sebagaimana terjadi di Jakarta.

Apalagi, kata Yaqut, kecenderungan intoleransi sesama umat Islam semakin kasat mata serta tergambar dengan adanya spanduk di sejumlah masjid yg tidak terima pengurusan keagamaan jenazah muslim untuk pemilih dan pendukung pemimpin nonmuslim.

" Akibat kontestasi politik di Jakarta yang semakin tak terkontrol dan cenderung ganas, bukan mustahil bisa menyebar di daerah lain, " tuturnya.

Link sumber>>>Disini

Kabar Menghebohkan Tadi Malam...!!! Salut Dengan Apa Yang Dilalkukan Pak Ahok Ini, Dia Rela Mengorbankan Semuanya Demi Untuk Rakyat Jakarta Tidak Banjir Lagi, Ini Pemimpin Yang Patut Di Contoh Sungguh Mulia Engkau Pak Ahok, Kami Bangga Punya Pemimpin Seperti Engkau

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sudah temukan penyebabnya dari tak berfungsinya empat pompa yang ada di aliran tengah Waduk Pluit, Jakarta Utara. Ahok menjelaskan kalau pompa itu mati karena kabel rusak.


“Kabel rusak, saat ini kabel yang mana saya bilang, yang baru ganti? ‘Bukan pak, dari travo ke mesin’, ” ucap Ahok.

Ahok pun meminta agar kabel itu segera ditukar agar pompa dapat selekasnya berfungsi kembali. Ahok mengakui tidak menduga bila ganti kabel itu diperlukan Rp 200 juta lebih sedangkan untuk melakukan pembelian diatas itu mesti melalui proses lelang terlebih dahulu.

“Kabel travo berapa uang? ‘Rp200 jutaan pak’, beli dong, ‘enggak dapat pak, diatas Rp200 juta harus lelang’. Ya telah lah saya katakan, gue yang bayar, ” terang Ahok.
Ahok mencurigai nilai itu sengaja ditinggikan agar bisa mendapatkan untung.

“Jangan-jangan beli di Glodok dibawah Rp200 juta tuh kabel, digedein komponennya, ” ucap Ahok.

Ahok terlihat cukup geram karena petugas yang tidak gesit dalam merampungkan masalah itu. Waduk Pluit memang di ketahui sangat diandalkan untuk bisa mengatur banjir di Jakarta.

Indonesia sekarang ini masih sedang menghadapi La Nina yang menurut Ahok masihlah selalu hujan s/d Februari 2017 mendatang.

“Jadi tidak ada cerita Juni-Juli tidak hujan, selalu hujan loh, makin ke Januari-Februari semakin gede, ” jelas Ahok.
Demikian semoga berguna, terima kasih.
Sumber : beritaindonesi4. com/

Referensi>>> Disini

Berita Hari Ini!!! Heboh, KPK Kembali Panggil Paksa Anies Baswedan Terkait Kasus Suap Proyek VSAT Sebesar 15 Milyar, Dan Terancam Pidana 15 Tahun

Yang jelas Anies Baswedan ini kena karmanya. Setelah acara debat pilkada DKI putaran kedua, Anies Baswedan mencetuskan gerakan memulangkan Ahok ke Belitung agar Jakarta bebas dari kotak-kotak.


Ini maksudnya apa? Mengusir calon Gubernur yang jujur serta berprestasi telah pasti warga DKI Jakarta bakal menolak mentah-mentah. Sebab bila Jakarta dipimpin oleh Gubernur yang bobrok, yang rugi juga yaitu warga Jakarta.

Padahal bila ingin dibandingkan dengan Anies, Ahok lebih dulu injak Jakarta. Mulai sejak SMA Ahok telah di tinggal di Jakarta. KTP-nya KTP Jakarta. Kuliah ngambil S1 di Jakarta, melanjutkan S2 di Jakarta, kerja juga di Jakarta, nikah di Jakarta, anaknya lahir di Jakarta. Jadi bila Anies Baswedan ingin memulangkan Ahok ke Belitung, tunggu Lebaran Kuda saja.

Kasus Anies Terungkap, Sanusi Jilid II, Santun Namun Kolusi

Hari ini Komite Aksi Mahasiswa Untuk Reformasi serta Demokrasi (Kamerad) melakukan demo di depan Gedung KPK mendesak supaya KPK segera mengusut kasus dugaan suap yang melibatkan Anies Baswedan dalam proyek VSAT (Very Small Aperture Terminal) di Kemenkominfo.

Kamerad mengungkapkan fakta serta bukti kalau fee proyek sebesar Rp 5 miliar ditransfer ke rekening adiknya Anies Baswedan yang bernama Abdillah Rasyid Baswedan. Bukti transfernya ada ditangan Kamerad, mau ngeles bagaimana lagi? Tugasnya KPK untuk menyelesaikan borok ini hingga selesai.

KPK yaitu lembaga antirasuah yang professional serta mereka bakal bekerja all-out mengedepankan transparasi dalam mengusut masalah sangkaan korupsi proyek VSAT itu.

Track Record dan Kredibilitas Kamerad Sudah Teruji Organisasi kemahasiswaan ini pernah menyuarakan penegakan hukum berkaitan korupsi pengadaan UPS pada biaya APBD DKI Jakarta th. 2014 waktu lalu, hingga Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri akhirnya membongkar kasus itu serta memenjarakan lima tersangka.

Ke lima tersangka yang sudah diringkus Kabareskrim Polri, yakni Alex Usman, Zaenal Soleman, ‪Muhammad Firmansyah dari Fraksi Partai Demokrat serta Fahmi Zulfikar dari Fraksi Partai Hanura, dan Direktur Utama PT Offistarindo Adhiprima, Harry Lo.

Tidak cuma itu saja, Kamerad juga pernah melakukan demonstrasi besar-besaran di Mabes Polri menekan Bareskrim Polri segera menyelesaikan kasus korupsi pengadaan layanan pembuatan paspor secara elektronik di Kementerian Hukum dan HAM pada bln. Juli 2014 yang melibatkan mantan Wakil Menteri Hukum serta HAM Denny Indrayana.

Maling Ngaku Penjara Penuh

Ungkapan ini ada benarnya. Mana ada seorang yang berbuat jahat ingin mengaku kejahatannya? Contohnya Rizieq Shihab, mana ingin dia ngaku sudah berbuat tidak etis Pancasila? Ia malah ngeles serta berkilah kalau video itu hasil editan. Sudah pasti Penyidik Kepolisian tahu bahwa jurus ngibul-nya Rizieq Shihab itu yaitu bentuk statement yang berlebihan diatas ambang batas kewajaran. Sesudah digempur Polisi, baru dia berkilah minta difasilitasi semua dengan pelapornya. Tuh, kan?

Begitu pula yang terjadi sekarang ini dengan Tim pemenangan Anies Baswedan yang membantah bahwa Anies Baswedan menerima imbalan dari proyek VSAT sejumlah Rp5 miliar waktu masih menjabat sebagai Menteri Pendidikan serta Kebudayaan.

Mereka menuding bahwa kasus ini yaitu bentuk black campaign. Lantas bagaimana dengan bukti transfer itu? Kok disebut black campaign?

Yang jelas, korupsi serta perbuatan permufakatan jahat gratifikasi cuma dapat berlangsung jika seorang ada dalam hubungan kekuasaan yang terbentuk sebagai akibatnya karena persekongkolan elit birokrat serta entrepreneur. Kebaikan dapat dilakukan oleh siapa saja, tetapi untuk mengingkari satu kejahatan yang sudah dlakukan belum tentu semua orang dapat.

Kura-kura begitu.

Sumber : Seword.com

Baca juga disini

LIPUTAN PAGI! Jutaan Rakyat Jakarta Menangis Haru Melihat Tindakan Pak Ahok Ini!!! Wahai Para Pembenci Ahok Lihat Apa Yang Dilakukan Pak Ahok?? Masihkah Engkau Memfitnah dan Menghina Ia, Kalian Sungguh Kejam!!!

Publik juga media bertanya-tanya, mengapa Ahok pada putaran ke-2 ini sangat “senyap” kampanyenya? Terlebih, Sandiaga Uno berseloroh ringan tanpa dosa “mungkin ketemuan sama pengusaha”. Ahok tetap diam dalam senyapnya kampanye putaran ke-2 ini. Ia tidak menghiraukan ledekan Sandi yang sebenarnya berbalik ke dirinya.


Apa sih kiat Ahok di putaran kedua ini? Kenapa Ahok begitu senyap dari kabar berita media? Walau sebenarnya, bebrapa waktu kampanye ini, media yaitu semuanya. Media yaitu fasilitas untuk membuat kepercayaan umum. Namun, yang Ahok lakukan malah menunjukkan hal sebaliknya.

Apakah Ahok telah pasrah untuk kalah?

Rudi Valinka alias pemilik akun @kurawa, yang sudah menulis satu buku fenomenal “A Man Called Ahok” memaparkan satu rahasia dari kiat Ahok di putaran ke-2 ini. Kiat rahasia ini memanglah termasuk aneh. Bahkan juga bisa disebut satu anomali selama pesta demokrasi negeri ini. Kenapa?

Strategi atau jurus terakhir yang Ahok mengeluarkan di putaran ke-2 ini adalah saran yang selalu orang tuanya berikan pada Ahok. Serta saran ini termasuk aneh dalam pandangan tradisi politik yang mapan. Sebab, saran yang bapak Ahok berikan, bisa disebutkan mustahil dilakukan oleh Anies-Sandi.

Ahok sejak kecil di ajarkan oleh orang tuanya untuk membiasakan diri mengunjungi orang yang sakit atau orang yang kesulitan. Kata ayahnya, doa mereka mujarab. Hingga, Ahok bisa berdiri sampai saat ini, tetaplah teguh pada keputusannya, makin digoyang makin terkenal, itu semua yaitu tabungan doa yang dahulu ia kumpulkan.

Pada putaran ke-2, berikut yang Ahok gunakan. Jurus terakhir warisan orang tuanya, yaitu mengunjungi warga DKI yang tengah sakit atau kesulitan. Tersebut mengapa kiat ini minim pemberitaan karena memang Ahok inginkan suasana yang lebih tenang tanpa gaduhnya media-media yang meliput.

Ahok keliling ke beberapa rumah warga. Dicarinya orang yang tengah sakit serta kesulitan. Diperlakukan seperti keluarga sendiri. Empatinya telah terbentuk dari dahulu. Ketulusannya tergariskan dari air mukanya. Ia tak dapat sembunyikan perhatiannya yang besar pada warganya.

Ahok mengunjungi ayah ini yang tengah terbaring sakit. Cobalah saksikan gesture Ahok serta ayah ini. Ahok tak dapat sembunyikan rasa simpatinya yang besar. Terlebih mengatakan, “Pak Anies telah menjenguk belum? ” Ketulusan takkan pernah menjatuhkan orang lain. Ketulusan adalah usaha yang menihilkan balasan.

Ahok selalu blusukan masuk gang-gang sempit tanpa ada sorotan kamera wartawan. Ditemuinya beberapa orang tua yang tidak dapat lagi jalan. Memberi mereka kursi roda. Begitu sukanya warga yang sakit itu waktu seseorang pelayan rakyat menyambangi mereka. Mendengar keluh kesah mereka. Memperlakukan mereka dengan kasih yang paling tulus. Serta berupaya meringankan beban sakit mereka.



Ketulusan Ahok ini dikira hina oleh banyak orang yang ngakunya paling beragama. Waktu (Almarhumah) Nenek Hindun memperoleh kursi roda dari Ahok, lalu ia dituduh pendukung penista. Waktu ia wafat, mereka tidak ingin menshalatkannya. Orang-orang ini telah mati akal serta nuraninya. Untuk Pilkada sebentar, bisa-bisanya mereka memutus jalinan yang telah berpuluh-puluh th. tersambung.

Mereka tidak ikhlas orang yang telah sulit dibantu serta memperoleh kebahagiaan di hari-hari akhir hidupnya. Lebih baik orang tersebut menderita yang utama jangan pilih penista. Berikut Pilkada paling menyesatkan dalam sejarah demokrasi negeri kita.

Selain membesuk orang sakit, Ahok juga meluangkan diri lihat segera sebagian rumah warga yang memprihatinkan. Dari sinilah satu narasi unik mengenai masa depan Jakarta yang lebih cerah berawal.

Ahok melihat beberapa warga yang memiliki rumah tidak layak. Atapnya bocor, dindingnya rusak, pokoknya keadaannya begitu memprihatinkan. Dari situlah ia memikirkan untuk menciptakan satu pasukan baru lagi untuk warga DKI Jakarta, yaitu Pasukan Merah.

Ahok berjanji bila ia dipilih lagi. Ia bakal membuat Pasukan Merah ini yang kerjanya melakukan perbaikan beberapa tempat tinggal warga yang telah tak layak.

Dengan inspirasi membuat Pasukan Merah ini, sesungguhnya menepis hingar bingar dari lapak samping yang meneror warga kalau Ahok bakal menggusur ratusan pemukiman. Ahok bukanlah menggusur, namun merelokasi orang-orang yang tinggal di bantaran sungai. Untuk orang-orang yg tidak tinggal di bantaran sungai, Pasukan Merah bakal mengurus rumah mereka.

Dari semua cerita ini, apa yang Ahok bisa? Pasti bukanlah kabar berita media yang dapat menambah elektabilitasnya. Namun, yang Ahok bisa yaitu “DOA”. Doa dari orang-orang yang sakit serta kesusahan. Bukankah doa orang-orang itu makbul?

Apa yang Ahok kerjakan takkan pernah dapat ditiru oleh lawannya. Kenapa? Karena yang Ahok lakukan memang benar-benar tulus. Di mana ketulusan tak dapat dilakukan oleh mereka yang tengah mengeluh permasalahan dana kampanye.

Demikianlah bocoran dari Bang @kurawa. Saat ia bikin kultwit ini, ia juga takut bila Ahok geram membongkar rahasianya ini. Namun, bukankah “nikmat Tuhan” mesti dikabarkan? Sesuai dengan ayat “Wa amma bini’mati rabbika fahaddits”.

SUMBER

Baca Juga>>> Disini

Berita Hari Ini Geger!! Jokowi Marah Besar Peringatkan Anies! Janji Anies Akan Danai FPI!!! Jokowi: Calon Pemimpin Kok Tindakan Selalu Melawan Hukum, Bareskrim Sibuk Usut Dana FPI 100 M Pak Anies Kok Kagak Jera Mau Dibawa Kemana Jakarta Ke Depannya?? Gimana Menurut Kalian Para Ahoker?

Publik geleng-geleng kepala hari ini mendengar janji terbaru Anies. Di Jalan Fort Barat 104 Nomor 27, Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakut, Sabtu (18/3/2017), Anies meyakinkan bahwa semua ormas di Jakarta bakal memperoleh dana dari APBD DKI Jakarta. Mantap.


“Komitmen kita yaitu kita ingin memastikan semuanya ormas di Jakarta didukung dari Pemda dan dananya ada. Begitu ada keberpihakan, dananya dapat disalurkan pada mereka, ” katanya seperti diansir oleh Detik. com.

Mendengar janji Anies itu, saya segera berencana membuat tiga ormas sekaligus. Ormas pertama, Masyarakat Pecinta Rumah Tanpa DP yang saya singkat Mampet. Ke-2, Persatuan Himpunan Pencegah Banjir Vertical Dranage (PHP), ketiga, Fans Penggemar Anies Indonesia (FPAI). Seru.

Sudah pasti saya bakal bertarung dengan beberapa ribu ormas yang lain yang juga ingin memperoleh dana. Dapat di pastikan dana yang saya peroleh kalah besar dengan dana yang didapat oleh FPI. Mengapa? Karena FPI yaitu ormas pendukung berat Anies. FPI tentu dibedakan serta diistimewakan.

Saya yakin bila Anies menang, maka Rizieq tidak perlu bersusah-payah demo. Juga GNPF MUI tak akan susah mempertanggungjawabkan dana demo Rp 100 miliar seperti yang saat ini diobok-obok oleh Bareskrim Polri. Toh dana itu kan hibah. Jadi dana yang didapat tak perlu dipertanggungjawabkan alias beberapa suka gue.

Saya sudah dapat membayangkan Habib Novel dengan jargon Fizza Hutnya. Energinya bakal makin membara karena tak akan pikirkan dana. Toh dana ormas selalu mengucur deras dari program Anies.

Sementara itu dana OK Oce dari proyek Sandi juga selalu mengucur. Meskipun telah mengeluh masalah dana kampanye, toh janji OK Oce Sandi tetap diimpikan bak Kodok mengimpikan burung gagak.

Jelas ormas di zaman Anies bakal berpesta pora. Bila di zaman Ahok ormas sesak napas karena dana dihentikan, jadi di masa Anies, ormas bakal bernafas buaya. Nafasnya panjang.

Dapat di pastikan, Anies bakal bikin serta mensubsidi sebanyak mungkin ormas supaya dia nantinya dapat lagi diambil untuk periode ke-2. Jadi dapat 10 th. menjadi gubernur DKI Jakarta.

Nah, karena semua ormas memperoleh bagian jatah, jadi dapat di pastikan tak ada lagi ormas yang mendemo Anies di Jakarta. Jika ada mahasiswa yg tidak sepakat dengan Anies, tinggal disuruh membuat ormas, bisa dana, lantas tutup mulut. Bila penyakit berlanjut, dana bakal distop.

Jadi ke depan berjubel ormas di DKI Jakarta dengan bosnya sendiri Anies. Apa yang disebutkan Anies pastinya dituruti oleh ormas-ormas itu. Ormas terang bakal ikuti tekad tuannya.

Bisa jadi jika Anies menginginkan menembak Jokowi di istana, Anies tinggal gunakan kode Pasopati (demo istana), Gatot Kaca (demo lawan politik), Kucing hitam (demo calon penantang). Wah, tinggal ngipas.

Sementara itu warga Jakarta yang masihlah waras, tinggal gigit sepuluh jari. Warga tinggal menyesali nasi yang telah jadi bubur. Pajak yang dibayar tak pas tujuan serta jadi bancakan ormas-ormas. Pajak serta duit negara yang dikumpulkan 1/2 mati dari pajak bakal dipakai untuk bangun manusia waras ala Anies.

Sambil menanti giliran panjang 100 km antrian rumah tanpa DP, menanti realisasi vertical drainage tiap-tiap tikungan, warga Jakarta bakal dijejali info prestasi Anis yang dapat menyerap biaya 100% pas saat.

Pasti BPK juga tidak segan-segan mengganjar Pemprov DKI dengan opini penilaian paling tinggi WTP. Baliho Anies juga bakal memenuhi setiap beberapa pojok DKI Jakarta mendekati Pilpres 2019 yang dikibarkan oleh ormas-ormas.

Anggaran-anggaran DKI Jakarta juga dengan secepat kilat di setujui oleh DPRD DKI Jakarta. Karena semuanya kebutuhan diakomodir oleh Anies. Filosofi Anies yang bakal merangkul semuanya pihak, bakal memakai biaya untuk memperjuangkannya. DPRD juga ‘tak berkutik’ lantaran sukses dirangkul manis oleh Anies.

Tidak masalah pembangunan fisik jadi 0 % perubahannya. Bila warga ajukan pertanyaan mengapa pembangunan fisik 0 % seperti DP tempat tinggal 0 % serta tak akan tampak di Jakarta? Anies sudah miliki jawaban tepat. Tak utama pembangunan fisik.

Yang utama yaitu pembangunan manusianya. Demikianlah jawaban telak Anies. Tidakkah Anies tengah penuhi janjinya bangun manusia seutuhnya?

Jika manusianya suka, lanjut Anies, tidak ada yang digusur, tidak ada demo, santun, tak akan terdengar kalimat kasar, jadi itu yaitu pembangunan hebat dalam histori kita. Kita selalu berkata-kata. Kata yaitu seni, kata yaitu santun, kata yaitu pembangunan, kata yaitu jalan menuju kebahagiaan.

Golongan tak waras manggut-manggut. Sedangkan golongan waras stress. Duit pajak habis th., habis juga dibagi-bagi dengan serapan biaya 100%.

Perbincangan warga juga sering berlangsung mengenai penggunaan duit APBD DKI. Hei, that is our money! Lalu beberapa pendukung Anies menjawab itu bukanlah duit nenek lu. Sebaliknya penentang Anies, hei itu bukanlah duit nenek lu. Lalu duit pajak juga makin turun. Jakartapun kembali jadi kota binatang buas ala Sutiyoso.

Janji Anies yang bakal memberi dana untuk semuanya ormas terang satu malapeta. Jakarta ke depan bakal dimaksud kota ormas, negeri ormas, negeri yang penduduknya hidup dari dana ormas. Terang janji Anies itu meninabobokan calon pemilihnya.

Untuk mencapai nada serta kemenangan, saat ini Anies meluncurkan janji baru, janji dana ormas. Tidak perduli kalau itu duit rakyat. Yang utama berjanji, berjanji ugal-ugalan.

Hingga saat ini, umum Jakarta belum memahami apa program terang Anies untuk bangun Jakarta. Umum sebenarnya telah membolak-balik serta mengolah program Anies supaya memahami. Saya sendiri meneropong program Anies itu dari atas, dari bawah, samping kiri-kanan, dari dekat, jauh, namun masih tetap buram.

Pun saya coba jungkir-balik, agar lebih paham, toh tetaplah kabur. Lantas saya menggunakan kaca mata hitam, jadi makin pekat. Saya ganti kaca mata kuda agar saya fokus lihat arah programnya serta tidak dipengaruhi dengan godaan kuda betina lain, eh jadi gagal konsentrasi.

Nah, nyatanya program Anies baru bisa dipahami bila mulut santun, janji ugal-ugalan dengan isi hati seperti biji kedondong. sbr

Salam Seword

Link Alternatif >>> Klik Disini

Video Viral! Anies Baswedan Tunjukan Kesalahan Fatal Jurnalis Metro TV Aviani Malik

Jurnalis Metro TV Aviani Malik mencecar pertanyaan terhadap Anies Baswedan terkait dugaan penyimpangan dana pameran di Frankfurt Bookfair 2015 sebesar 146 Miliar rupiah saat Anies Baswedan menjabat sebagai Mendikbud.


Mendapat pertanyaan dari Aviani, Anies nampak tenang menjawabnya. Anies menjelaskan bahwa event tersebut sudah diputuskan sejak menteri sebelumnya.

Tak puas dengan jawaban Anies, Aviani terus mencecar pertanyaan bahwa acara hanya berlangsung 3 hari dengan dana yang cukup tinggi.

“Untuk tiga hari itu dana yang fantastis, Tiga hari pameran bukunya. Saya bacanya seperti itu. Saya butuh penjelasan”  tanya Aviani terhadap Anies dengan intonasi penekanan.

Diluar dugaan, Anies kemudian menasihati Aviani bahwa apa yang dilakukan sangat fatal, karena sudah ikut-ikutan dengan framing berita yang dibuat oleh pelapor.

"Saya tidak perlu melakukan klarifikasi, biarlah yang melapor yang menjelaskan, karena yang melaporlah yang mengatakan ada korupsi. Karena seluruh laporan keuangan sudah diperiksa dan alhamdulillah tidak ada masalah. Lalu ketika masuk pilkada putaran 2, mendadak muncul" jelas Anies.

Anies kemudian menasihati jurnalis Metro TV tersebut agar objektif dalam melihat informasi secara lengkap baru kemudian ikut menggandakan, sehingga tidak ikut dalam framing tersebut.

Aviani tetap berdalih bahwa apa yang dilakukan adalah kegiatan jurnalis objektif dengan menanyakan langsung ke Anies. "Ini kegiatan jurnalis yang objektif menanyakan langsung kepada sumber yang disebutkan" ujar Aviani.

Lebih lanjut Anies kembali menegaskan jurnalis metro tv Aniani sudah ikut didalam framing yang sudah dibuat.

"Padahal anda bisa cek dulu sebelum bertanya. Disitulah letak kekuatan seorang jurnalis, anda bisa melihat informasinya apa saja yang sebenarnya terjadi. Dari situ kemudian disampaikan pertanyaanya" tegas Anies.


Berikut ini rekaman video saat jurnalis Metro TV Aviani Malik mencecar pertanyaan terhadap Anies Baswedan.



Video Viral! Anies Baswedan Tunjukan Kesalahan Fatal Jurnalis Metro TV Aviani Malik

Jurnalis Metro TV Aviani Malik mencecar pertanyaan terhadap Anies Baswedan terkait dugaan penyimpangan dana pameran di Frankfurt Bookfair 2015 sebesar 146 Miliar rupiah saat Anies Baswedan menjabat sebagai Mendikbud.


Mendapat pertanyaan dari Aviani, Anies nampak tenang menjawabnya. Anies menjelaskan bahwa event tersebut sudah diputuskan sejak menteri sebelumnya.

Tak puas dengan jawaban Anies, Aviani terus mencecar pertanyaan bahwa acara hanya berlangsung 3 hari dengan dana yang cukup tinggi.

“Untuk tiga hari itu dana yang fantastis, Tiga hari pameran bukunya. Saya bacanya seperti itu. Saya butuh penjelasan”  tanya Aviani terhadap Anies dengan intonasi penekanan.

Diluar dugaan, Anies kemudian menasihati Aviani bahwa apa yang dilakukan sangat fatal, karena sudah ikut-ikutan dengan framing berita yang dibuat oleh pelapor.

"Saya tidak perlu melakukan klarifikasi, biarlah yang melapor yang menjelaskan, karena yang melaporlah yang mengatakan ada korupsi. Karena seluruh laporan keuangan sudah diperiksa dan alhamdulillah tidak ada masalah. Lalu ketika masuk pilkada putaran 2, mendadak muncul" jelas Anies.

Anies kemudian menasihati jurnalis Metro TV tersebut agar objektif dalam melihat informasi secara lengkap baru kemudian ikut menggandakan, sehingga tidak ikut dalam framing tersebut.

Aviani tetap berdalih bahwa apa yang dilakukan adalah kegiatan jurnalis objektif dengan menanyakan langsung ke Anies. "Ini kegiatan jurnalis yang objektif menanyakan langsung kepada sumber yang disebutkan" ujar Aviani.

Lebih lanjut Anies kembali menegaskan jurnalis metro tv Aniani sudah ikut didalam framing yang sudah dibuat.

"Padahal anda bisa cek dulu sebelum bertanya. Disitulah letak kekuatan seorang jurnalis, anda bisa melihat informasinya apa saja yang sebenarnya terjadi. Dari situ kemudian disampaikan pertanyaanya" tegas Anies.


Berikut ini rekaman video saat jurnalis Metro TV Aviani Malik mencecar pertanyaan terhadap Anies Baswedan.



MENGGEMPARKAN "MALAM TADI" SRI MULYANI AKHIRNYA MEMBONGKAR KORUPSI DANA PENDIDIKAN 23 TRILIUN SAAT ANIS MENJABAT MENDIKBUT, YANG MEMBUAT TERLIBAT KALANG KABUT!! PAK ANIS JANGAN PURA - PURA TIDAK TAHU

Kondisi Ekonomi yang bergejolak selama th. 2015 hingga th. 2016, sudah memaksa Presiden Jokowi untuk melakukan perombakan kabinet. Jadi dengan sopan santun Presiden Jokowi menjelaskan pada Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim bahwa Pemerintah Indonesia memerlukan Sri Mulyani jadi Menteri Keuangan menggantikan Bambang PS Brojonegoro.


APBN-P 2016

Tak perlu lama untuk seorang Sri Mulyani untuk tahu postur biaya dalam APBN baik dari segi penerimaan serta pengeluaran. Satu diantara yang cukup mencengangkan yaitu kelebihan dana biaya di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengenai dana anggaran tunjangan profesi guru di APBN 2017 sebesar 23. 3 triliun, sebuah angka yang fantastis.

Sebagian komentar yang nampak dari dana over biaya ini menurut Kompas. com :

“Jadi gurunya memang tidak ada atau gurunya ada, namun belum bersertifikat, itu tak dapat kami berikanlah tunjangan profesi. Kan tunjangan profesi dengan cara persyaratan (berlaku) untuk mereka yang mempunyai sertifikat. Cobalah pikirkan sebesar itu, Rp 23, 3 triliun sendiri, ” kata Sri Mulyani.

“Ini mungkin pembelajaran untuk rencana (anggaran) yang lebih baik hingga kita tak membuat over budgeting yang bikin beban yang luar biasa besar, ” kata Sri Mulyani.

“Saya belum tahu masalahnya, namun ya pasti salah hitung, ” ucap Kalla

“Kalau keunggulan ya dipotong. Yang utama belum dibelanjakan, ” kata Kalla

“Kami jadi mempertanyakan bagaimana mungkin pengelola guru dapat salah kalkulasi biaya tunjangan profesi guru yang tidak cocok dengan fakta yang dibayarkan, ” kata Unifah (Pelaksana Tugas Ketua PGRI)

“Yang dibayar cuma setengahnya lebih sedikit lantaran cuma 1, 2 juta guru yang disertifikasi. Bandingkan dengan data guru yang disadari 2, 2 juta guru. Artinya masih 1 juta guru yang belum disertifikasi, ” ucap Unifah

Kementerian Pendidikan serta Kebudayaan

Suatu hal yang aneh nampak, karena keterangan over biaya ini di sampaikan oleh Dirjen Guru serta tenaga Kependidikan Sumarna Suryapranata, hal semacam ini berlangsung karena pergantian data guru yang telah disertifikasi serta berhak mendapatkan tunjangan profesi. Ada data yang lain kalau guru geser menjadi pejabat atau pensiun.

Data jumlah guru tersertifikasi di Kemenkeu sejumlah 1. 221. 947 orang, sedang data di Kemendikbud sebesar 1. 638. 240 orang, artinya ada perbedaan sebesar 416. 473 orang. Banding dengan data dari PGRI, jumlah guru tersertifikasi sekitaran 1. 2 juta serta yang belum tersertifikasi ada sekitar 1 juta guru.

Pembaca Seword. com keganjilan dan keanehan ini memunculkan sebagian pertanyaan seperti :

Kenapa data dapat berbeda di ke-2 kementerian serta PGRI untuk periode waktu yang cukup lama?
Kenapa seorang Dirjen yang harus melakukan penjelasan, bukan Menterinya?
Sudah berapa lamakah over biaya ini berlangsung?
Apabila selalu over biaya kemanakah larinya semuanya duit itu?

Anies Baswedan

Penulis gagal paham dengan semuanya peristiwa itu lantaran menyangkut duit 23. 3 triliun yang salah kalkulasi, serta seorang Anies Baswedan tak atau belum lakukan penjelasan yang masuk akal.
Banyak sekali pertanyaan yang nampak terhadap Anies akibat kondisi ini :

Apakah keterangan yang dilakukan oleh Dirjen adalah bentuk terlepas tangan?

Ataukah karena ini satu pencitraan, karena sampai kini Anies dikesankan sebagai orang yang santun?

Bagaimana apabila ayah menjadi seorang Gubernur?

Apakah bakal melemparkan kesalahan ke bawahan serta bla. . . bla. . . bla. . .?

Untung saja ada Sri Mulyani yang demikian cermat serta detil hingga kesalahan yang ada bisa selekasnya diketemukan. Sekali lagi sosok Sri Mulyani mesti diapresiasi dengan secangkir kopiku. Ketidakcermatan ini, jadi begitu mungkin kalau ini sebagai satu diantara bahan pertimbangan Pakde Jokowi selanjutnya mengkartu merah Anies.

Gubernur DKI Jakarta

Jadi Gubernur DKI Jakarta yang memiliki tingkat kompleksitas pekerjaan yang semakin banyak meskipun dalam taraf Provinsi namun menyangkut semuanya bagian pemerintah. Kita ingat bagaimana problem yang dihadapi Pakde Jokowi serta Koh Ahok waktu memimpin dari mulai perdebatan biaya di DPRD yang sarat kebutuhan, Staf Pemda yang masihlah memiliki karakter birokrat bukanlah pelayan masyarakat. Dari mulai gosip sederhana ibu-ibu yg tidak dapat beli buku untuk anaknya hingga reklamasi yang bertaraf nasional dengan semua kerumitannya.

Semua masalah yang ada harus diselesaikan dengan cermat serta profesional, serta yang paling utama berani memikul kekeliruan anak buah, tampak di depan, bukanlah dengan beretorika. Level DKI Jakarta di bawah Pakde Jokowi serta Ahok sudah sedemikian tinggi, semua harus cepat, tepat dan cermat hingga yang ada yaitu kerja, kerja, kerja, kerja serta kerja.

Apakah seorang Anies mau dan mampu menjadi Gubernus DKI Jakarta? Jika melihat CV beliau sebagai seorang mantan Mendikbud serta track record nya, untuk penulis rasanya sangat riskan serta berbahaya untuk seukuran DKI Jakarta.

Ingat Pak Anies duit 23. 3 triliun bukanlah duit yang sedikit serta butuh dipertanggungjawabkan secara hukum, bukan sekedar menghabiskan biaya 100% untuk bebrapa untuk proyek balas budi. Ah. . . Untungnya 23. 3 triliun selamat.

Seperti cocok dengan lagunya Meja – All About the Money

It’s all ’bout the money
It’s all ’bout the dumb dum,
And I don’t think It’s funny
To see us fade away
It’s all ’bout the money
It’s all ’bout the dumb dum,
And I think we got it all wrong anyway

Salam NKRI seword

SUMBER

Berita Hari Ini!!! Heboh, Anies Baswedan Disemprot Pasukan Oranye Yang Marah Besar Dengan Bilang Begini


Bakal calon gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan sebelumnya mengeluarkan statemen yang membuat pendukung Ahok-Djarot gerah. Bagaimana tidak, menurut Anies Bawesdan Foke ikut andil dalam program pembersihan sungai dan kali di Jakarta.

"Sebagai contoh, kita menyaksikan sungai-sungai bersih bukan? Programnya dirancang tahun 2009 oleh pak Fauzi Bowo, lalu mulai dilaksanakan mulai akhir pemerintahan Pak Fauzi Bowo. Diteruskan oleh bapak Jokowi, dua tahun terakhir ini diteruskan oleh bapak Basuki. Jadi kesinambungan yang baik itu penting," lanjutnya.

 Hal ini sontak jadi pergunjingan netizen. Tak sedikit Netizen yang menyayangkan statemen Anies Bawesdan tersebut. Komentar salah satu pasukan oranye ini menjadi viral di media sosial. Salah satunya adalah pasukan oranye sendiri yang merasa tidak dihargai hasil kerjanya

Berikut ini kami kutipkan:

pak anies bawesdan yang terhormat, Saya tau banjir kanal timur itu ada di jaman Sutiyoso dilanjutkan Foke, tapi Foke banyak meninggalkan borok di Jakarta!

Saya salah satu pasukan orange UPK Badan Air Dinas Kebersihan DKI Jakarta, Program ini ada pada jaman Jokowi -Ahok, anda bilang bersihnya sungai Jakarta hasil karya Fauzi Bowo !!!

Demi Allah demi nama baik UPK Badan Air Dinas Kebersihan Jakarta kami tidak akan pernah pilih anda dan saya pribadi sangat berdoa agar anda tidak terpilih!! Hargailah pasukan oranye


 
Bahkan Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Roy Suryo membenarkan pernyataan Calon Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang ‎menyebut program pembersihan kali di Ibukota sudah dimulai pada zaman Fauzi Bowo.

Hasil Tes Kesehatan Cagub Dan Cawagub DKI Sudah Keluar, Begini Hasilnya…..!!

Sementara pada zaman Jokowi dan Ahok hanya melanjutkan program gubernur dari Partai Demokrat itu.

"Saya kira bener, itu program dari Foke (sapaan Fauzi Bowo)," kata Roy dalam diskusi bertajuk 'Adu Strategi di Tanah Betawi' di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (1/10).
Bagaimana menurut anda?

Sumber : beritateratas.com/infoteratas.com